Bali Kembangkan Transportasi Massal Berbasis Kereta

Kamis, 30 Mei 2024 : 04.44

 

Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya (kanan) bersama Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta usai acara penyampaian Minat Investasi  Bali Urban Rail and Associated Facilities dan Penyerahan Dokumen Kualifikasi di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.(foto/ist)

INIBALI.COM - Pada tahun 2023, jumlah wisatawan yang datang ke Bali mencapai lebih dari 15 juta orang, dan pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 20 juta wisatawan. Dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan setiap tahun, Bali perlu ditata untuk menjaga kelestarian alam dan keunikan budaya Bali, serta memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman selama berwisata di Bali.

Kondisi lalu lintas di destinasi wisata utama seperti Kuta, Seminyak, Canggu, Sanur, dan Ubud sering mengalami kemacetan parah. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali memerlukan sistem transportasi modern yang aman, nyaman, ramah lingkungan, dan tepat waktu. Karena itu, pemerintah Provinsi Bali mengundang pihak swasta untuk berinvestasi dalam pengembangan sistem angkutan massal berbasis kereta.

"Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penegakan Kepada PT. Jamkrida Bali Mandara untuk melakukan kerjasama dalam pengembangan pembiayaan dan penyelenggaraan sistem angkutan umum berbasis kereta," ungkap Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, Rabu (29/5/24).

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya akan mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi di wilayah wisata utama, tetapi juga meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia. Sistem transportasi massal berbasis kereta akan memberikan alternatif transportasi yang efisien, membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Dalam kerangka peraturan yang baru, PT. Jamkrida Bali Mandara akan menjadi mitra utama dalam pengembangan proyek transportasi ini. Kolaborasi dengan pihak swasta diharapkan akan mempercepat realisasi proyek dan memastikan bahwa sistem transportasi yang dibangun memenuhi standar internasional dalam hal keamanan, kenyamanan, dan efisiensi.

Mahendra Jaya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mengimplementasikan proyek ini. "Kerjasama yang baik dan komitmen yang kuat dari semua pihak akan menjadi kunci sukses dalam mewujudkan sistem transportasi massal berbasis kereta yang kita impikan," tambahnya.

Dengan langkah ini, Bali tidak hanya akan mampu mengatasi tantangan kemacetan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan pengalaman wisatawan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mempertahankan keunikan budaya Bali. Pemerintah Provinsi Bali optimis bahwa program ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi pembangunan pariwisata dan perekonomian Bali di masa depan.(nik)