Badung Dibayangi Lonjakan Inflasi Jelang Hari Raya

Selasa, 05 Maret 2024 : 04.45

 

Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran diprediksi akan mengalami lonjakan menjelang bulan Ramadhan, Hari Raya Kuningan, Nyepi, dan Idul Fitri tahun 2024.(pixabay/PhotoMIX-Company)
INIBALI.COM - Kabupaten Badung dihadapkan dengan bayang-bayang inflasi menjelang bulan Ramadhan, Hari Raya Kuningan, Nyepi, dan Idul Fitri tahun 2024. Untuk itu, pemerintah setempat tengah merancang strategi untuk mengantisipasi lonjakan inflasi akibat harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali menjelang hari raya. Koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilakukan guna menjaga laju inflasi selama periode tersebut.

Anak Agung Sagung Rosyawati, Kepala Bagian Perekonomian Setda Badung, Senin (4/3/24) mengungkapkan bahwa tujuh OPD terlibat dalam penanganan inflasi. Diantaranya, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Bagian Sumber Daya Alam, Dinas Perhubungan, Bagian Perekonomian, dan Dinas Kominfo serta Bagian Prokompim.

"Langkah-langkah penanganan melibatkan pemantauan harga komoditas pangan, sinergi pengawasan bersama Satgas Pangan Polres Badung, dan intervensi pasar melalui operasi pasar, pasar murah, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan," ungkap Rosyawati.

Pemerintah juga intensif dalam memastikan ketersediaan stok dan pasokan komoditas pangan utama seperti beras, cabai, bawang, daging, dan telur ayam ras. Upaya ini melibatkan kerjasama dengan berbagai stakeholders, termasuk Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana.

Selain itu, Pemkab Badung juga mengantisipasi kelangkaan Liquid Petroleum Gas (LPG) dengan meningkatkan pemantauan harga dan distribusi BBM dan LPG. Sinergi dengan aparat penegak hukum seperti Polres Badung dan Polresta Denpasar dilakukan untuk menanggulangi indikasi ketidakwajaran kenaikan harga, gangguan distribusi, dan penimbunan BBM dan LPG.(nik)