Januari-Maret 2022: Okupansi Rata-Rata di The Nusa Dua Tercatat 182%

Rabu, 06 April 2022 : 09.03
Pulau Peninsula lokasi indah untuk menggelar kegiatan luar ruang di kawasan Thea Nusa Dua, Bali.


INIBALI.COM –Tingkat okupansi dan kunjungan wisatawan ke Kawasan The Nusa Dua selama Triwulan I tahun 2022 tumbuh positif, lebih dari 100%.

Tingkat Okupansi di kawasan The Nusa Dua selama Januari-Maret 2022 tercatat 20,15%, 12,78% serta 30,77% atau rata-rata mencapai 21,23% selama tiga bulan, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 60.388 orang.

Angka tersebut meningkat dibanding tingkat hunian periode yang sama tahun lalu berturut-turut 7,71%, 5,08% dan 9,80% atau rata-rata sebesar 7,53%, dengan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 26.913 orang.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan dengan demikian tingkat hunian rata-rata The Nusa Dua pada Triwulan I 2022 tumbuh 182% dibandingkan 2021, sedangkan kunjungan wisatawan yang didominasi wisatawan domestik, tumbuh sebesar 124%.

“Peningkatan okupansi antara lain didorong meningkatnya kegiatan event, kunjungan wisatawan domestik, jumlah pertemuan yang diselenggarakan di dalam kawasan serta kebijakan bebas karantina dan visa on arrival (VOA) untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia melalui Bali. Kami harapkan peningkatan ini dapat terus terjaga seiring dengan meningkatnya kegiatan kepariwisataan,” katanya, dikutip dari keterangan resmi Selasa 5 April 2022.

Pada periode Januari-Maret 2022, beberapa kegiatan dan konferensi telah dilaksanakan di The Nusa Dua antara lain Goldcoin Conference, COP-4 Minamata Convention on Mercury, serta 144th Assembly of The Inter Parliamentary Union (IPU) yang diikuti oleh lebih dari 1.000 orang.

Ardita menambahkan pada akhir Maret lalu, Pulau Peninsula The Nusa Dua kembali menjadi lokasi kegiatan luar ruang dengan jumlah peserta mencapai 1.000 orang setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi.

Sedangkan ke depan, lanjut Ardita, beberapa event juga telah terjadwal di antaranya Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada Mei 2022, Bali and Beyond Travel Fair 2022 pada Juni 2022 serta rangkaian event KTT G20 pada akhir tahun 2022.

Kawasan The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata, memiliki kelengkapan akomodasi lebih dari 5.000 kamar hotel serta fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi.

Hingga Maret 2022, tercatat sebanyak 18 hotel dan villa sudah beroperasi dari total 21 hotel dan villa yang ada di kawasan.

Di samping kelengkapan fasilitas MICE, The Nusa Dua juga menyediakan berbagai fasilitas dan atraksi yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang menginap di The Nusa Dua, seperti shopping center, Museum Pasifika, theater (Devdan Show), dan golf course, DTW Water Blow Peninsula Nusa Dua serta mobil listrik sebagai alternative transportasi di Kawasan.

The Nusa Dua juga memiliki outdoor space yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pendamping MICE, yaitu Pulau Peninsula seluas 5 hektar dengan fasilitas open stage, helipad standard Chinook, stage Kecak untuk menampung 500 orang, serta toilet sebanyak 2 unit.

Sebagai kawasan yang ditetapkan menjadi Green Zone Destination, The Nusa Dua telah menerapkan sejumlah tata kelola kawasan berbasis protokol kesehatan, mewajibkan sertifikasi cleanliness, health, safety and environmental sustainability (CHSE) bagi kawasan dan tenant, menyelesaikan program vaksinasi dan booster Covid-19 bagi seluruh pekerja di dalam kawasan, serta mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya untuk memitigasi penyebaran Covid-19 di kawasan dan sekitarnya.

Pada awal tahun ini, 5 hotel di The Nusa Dua juga menjadi lokasi program Bali Warm Up Vacation yang merupakan program khusus bagi PPLN yang baru datang ke Bali agar dapat menjalani karantina mandiri dalam hotel dengan sistem bubble.

“Saat ini tingkat kunjungan dan occupancy rate The Nusa Dua belum normal seperti sebelum pandemi, namun kami optimistis tren pertumbuhan akan terus terjaga hingga akhir tahun ini. Semoga saja dengan kebijakan pemerintah terkait karantina dan VOA bagi PPLN, wisatawan mancanegara dapat kembali datang ke Bali, sehingga upaya pemulihan pariwisata Indonesia, khususnya Bali dapat berjalan dengan baik,” tutur Ardita.(wan)