Lolos di Pelabuhan Gilimanuk, 15 Calon ABK Dikarantina di Denpasar

Senin, 13 April 2020 : 21.22

DENPASAR (inibali.com): Pemkot Denpasar mengarantina 15 calon anak buah kapal (ABK) sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Satgas Covid-19 Dishub Kota Denpasar bersama Satgas Kelurahan Pedungan, dan instansi terkait melaksanakan pencegatan dan pengecekan kepada Calon ABK yang diduga berasal dari  Pulau Jawa di Kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Senin (13/4/2020) pagi.

Pencegatan dan pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan mengingat adanya pembatasan arus dan mobilitas penduduk dari luar Kota Denpasar, termasuk dari luar Bali.

Kadishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan mengatakan berupaya maksimal untuk mencegah penyebaran Covid-19 di antaranya memperketat mobilitas penduduk di wilayah ini.

“Setelah mendapatkan informasi, langsung kami ikuti dan awasi, sesampainya di Pelabuhan Benoa langsung kami cek kesehatan dan dentitasnya, hal ini sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19 terkait pembatasan dan memperketat pengawasan pintu masuk dan perbatasan,” kata Sriawan.

Sesuai Surat Dishub Kota Denpasar Nomor : 551/605/Dishub tertanggal 30 Maret 2020 yang ditandatangani langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, penguatan pengawasan pelabuhan yang menjadi akses pintu masuk ke Bali resmi ditingkatkan.

“Melihat dasar tersebut sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan untuk memutus penyebaran Covid-19 tentu kami akan terus melaksanakan pemantauan di lintas perbatasan, sehingga dapat mencegah terjadinya imported case Covid-19,” ujarnya.

Sriawan mengatakan sebelum sempat turun dari kendaraan, sebanyak 15 calon ABK bersama 1 orang sopir setelah dilaksanakan pengecekan kesehatan langsung diarahkan menuju Lokasi Karantina di LPMP, Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar.

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan baik identitas dan kesehatan langsung diarahkan untuk dikarantina sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19, kami juga turut mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan waspada untuk memperhatian mobilitas penduduk sekitar, karena kita tidak mengetahui kondisi kesehatan mereka, jadi mari tingkatkan kewaspadaan. (wan)