Atasi Kelangkaan, 50 UKM Bordir, Endek, dan Songket di Denpasar Produksi Masker

Sabtu, 28 Maret 2020 : 18.36


DENPASAR (inibali.com): Asosiasi Bordir, Endek dan Songket (Asbest) Kota Denpasar ikut andil memproduksi alat pelindung diri ini, khususnya masker.

Sebanyak 50 UKM anggota Asbet Kota Denpasar mampu memproduksi sedikitnya 150 masker per hari per satu UKM.

Ketua Umum Asbest Kota Denpasar Ni Wayan Ria Mariani atau akrab disapa Rhea Cempaka mengatakan kelangkaan masker membuat harga di pasaran semakin melonjak.

"Untuk mengurangi beban masyarakat dan memastikan ketersediaan masker, UKM yang tergabung dalam Asbest ikut andil memproduksi masker berbahan kain," katanya, Sabtu (28/3/2020).

Kata dia tujuan awal hanya membantu teman-teman di Asbest agar tenaga kerja tidak banyak dirumahkan, karyawan ada kerjaaan, walau situasi seperti ini semua anggota tetap bisa berbuat sesuatu dan tidak diam.

"Dengan langkanya masker di pasaran dan kita mengerti akan bahan yang nyaman serta memiliki tenaga jahit maka timbul ide untuk membuat masker dari bahan kain,” ujarnya.

Produk masker ini, lanjutnya,  dipasarkan secara umum, namun  dengan harga sesuai standar di pasaran. Hal ini lanataran sebagai wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan dengan sesama tanpa mengambil untung yang banyak.

“Harga kita terjangkau dengan bahan yang nyaman dan tidak pengap, sekitar Rp10 ribu per pcs, atau 1 pak isi 5 kami jual Rp50 ribu," ujarnya.

“Tentu kami berharap UKM di Kota Denpasar tetap bisa jalan dan menggeliat di tengah situasi seperti ini (wabah virus corona), perlu dukungan pemerintah untuk membantu UKM memasarkan masker maupun APD lainnya sehingga semua bisa berjalan baik,” paparnya. 

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai selaku juru bicara  Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi kepada UKM Asbest Kota Denpasar yang telah memproduksi masker. Dimana, hal ini sangat memberikan kemudahan bagi masyarakat di tengah langkanya masker di pasaran.

Dewa Rai mengatakan, selain memenuhi ketersediaan masker di pasaran, diharapkan partisipasi dari Asbest ini mampu menjaga stabilitas harga masker di pasaran. Sehingga masyarakat tidak resah dan panik.

“Tentu kami di Pemkot Denpasar sangat mengapresiasi peran Asbest dalam memproduksi masker, sehingga dapat menjamin ketersediaan dan menjaga stabilitas harga di pasaran,” paparnya. (wan)