SVF Masuk Top 5 Event Pariwisata Nasional, Perluas Kerja Sama “Sister Festival”

Selasa, 22 Oktober 2019 : 11.06


Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra
DENPASAR (inibali.com)—Sanur Village Festival (SVF) masuk Top 5 Event Pariwisata Nasional 2020 versi Kementerian Pariwisata dan kini akan mengembangkan sayap menjalin kerja sama dengan sejumlah festival berbasis komunitas di dalam maupun luar negeri.

Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus  Gede Sidharta Putra atau akrab disapa Gusde mengatakan festival tahunan yang telah terselenggara 14 kali itu kini menempati urutan 5 besar event nasional seperti diumumkan Menteri Pariwisata Arief Yahya belum lama ini.

Urutan pertama ditempati Pesta Kesenian Bali, kemudian menyusul Jember Fashion Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Art Jog, dan SVF. Sedangkan lima event di bawah SVF adalah Iron Man 70.3 Bintan, Borobudur Marathon, Java Jazz, F8 Festival, dan Tomohon International Flower Festival.

“Ini tentu membanggakan warga Sanur dan komunitas yang terlibat, kami berupaya akan terus meningkatkan kualitas SVF di tahun-tahun mendatang,” kata Gusde, Senin (21/10/2019)

Untuk meningkatkan skala festival yang lebih besar, SVF akan bekerja sama dengan festival di daerah lain dalam semangat kolaborasi dan sinergi untuk  membesarkan festival udan memajukan wilayah masing-masing.

Menurut Gusde berdasarkan pengakuan sejumlah pejabat, SVF telah menginspirasi beberapa festival yang menjadikan basis komunitas sebagai kekuatan. Beberapa daerah bahkan mengajukan diri untuk bekerja sama dengan SVF untuk menjadi “sister festival”.

Pada pelaksanaan Sanur Vilage Festival 21-25 Agustus 2019 lalu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Nias Yudas Sabaggalet hadir dan menyampaikan keinginan untuk mewujudkan kerja sama tersebut.

Perlu diketahui, sepanjang 5 hari pelaksanaan SFV XIV belum lama ini panitia mencatat sekitar 130 ribu orang berkunjung dan membukukan transaksi sekitar Rp15 miliar atau meningkat sekitar 15% dari tahun sebelumnya.

Gusde menjelaskan tata kelola Sanur Village Festival mulai dari penentuan tema, penyiapan lokasi, kurasi peserta, pelaksanaan, hingga evaluasi yang telah solid dilakukan selama 14 tahun menjadi modal untuk bekerja sama.

Sedangkan pilihan terhadap daerah yang ingin dijadikan mitra didasarkan atas pertimbangan strategis terutama yang memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan SVF di masa mendatang.

“SVF Ke-15 tahun 2020 merupakan momentum yang baik untuk mengukuhkan bentuk kerja sama saling menguntungkan dengan daerah lain,” katanya.

Gusde yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar berharap kerja sama ini bukan hanya untuk kepentingan Sanur semata, tetapi juga bagi kepariwisataan Denpasar dan dampak yang baik bagi Bali.

Pada 11-13 Oktober 2019 lalu, tim SVF telah melakukan penjajakan terkait pelaksanaan Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi. Posisi geografis dan ikatan batin yang begitu dekat dengan Banyuwangi diharapkan mengawali kerja sama yang direncanakan sebelum beranjak ke daerah lain dan bahkan ke luar negeri seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa.

Musisi jazz Indra Lesmana yang terlibat perhelatan SVF sejak 2014 mengatakan manajerial yang dilakukan Gusde telah mengantar festival ini menjadi peringkat 5 besar Calendar of Event Wonderful Indonesia dari kementerian Pariwisata.

Kata Indra hal tersebut membuktikan kerja keras Gusde bersama masyarakat Sanur mendapat pengakuan secara nasional, bahkan beberapa kali Menteri Pariwisata mengatakan Sanur telah menjadi "benchmark" dalam pengembangan “community based tourism”.

“Jika Sanur mampu mempertahankan lingkungan alam, dan sosial-budayanya akan mampu pula menjaga keberlangsungan kepariwisataannya,” kata Indra.

Gusde juga dikenal sebagai pengusaha pariwisata yang ikut membesarkan Santrian Goup dengan memiliki sejumlah usaha di Bali. Alumnus Maryville University, Saint Louis AS dengan gelar Master Bussiness Administration ini memadukan manajemen bisnis modern dan kearifan lokal untuk mengembangkan lini bisnis yang hampir seluruhnya terkait dengan kepuasan pelanggan yang bergerak di bidang pariwisata.

Gusde yang pernah menerima beasiswa dalam Complete Program Ideas Indonesia 4.0, Leading Innovationfor Sustainability, Uniting Leadership in Diversity dari Massachusetts Institute Technology (MIT), Massachutes USA (2013) selalu menekankan adanya tiga pilar keberlanjutan (sustainable) untuk mengemas SVF agar selaras dengan pembangunan pariwisata Sanur yang telah memberikan kontribusi bagi daerah setempat. Tiga pilar tersebut adalah keberlanjutan di bidang ekonomi, budaya, dan lingkungan hidup.

Gusde dengan sederet pengalaman dalam membangun kekuatan sosial kemasyarakatan dan pariwisata menunjukkan jatidiri bagaimana ia dengan tulus membangun dan mengharumkan desanya, Kota Denpasar dan Bali pada umumnya.

Peristiwa-peristiwa yang telah ditampilkan SVF adalah cerminan bagaimana Gusde meletakkan pondasi branding baru bagi Sanur yang menjadi karakter kuat bagi pariwisata di Kota Denpasar maupun Bali, bahwa semangat baru yang dilandasi tradisi dan budaya luhur (The New Spirit of Heritage) akan mengantarkan pada pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, SVF telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dengan melaksanakan Pekan Flora-Flori Nasional. Selain itu berkolaboradsi dengan Kementerian Pariwisata dalam pelaksanaan Global Sustainable Tourism Council (GSTC), Sustainable Tourism Observatory (STO). Tahun ini bekerja sama dengan Internasional Council For Small Business (ICSB), organisasi nirlaba yang bermarkas di Washington DC dengan anggota lebih dari 5 ribu orang dari 80 negara di dunia dan memiliki afiliasi regional di 16 negara, termasuk Indonesia.

“Keberadaan ICSB di Indonesia diharapkan memicu dan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan internasionalisasi UKM. Upaya ini juga untuk meningkatkan peran UKM di Indonesia masuk ranah global,” kata Gusde.(wan)