Telkomsel dan Blue Bird Hadirkan Layanan Taksi Berbasis "Internet of Things"

Minggu, 01 September 2019 : 10.44

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini (kiri) bersama Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo.
DENPASAR (inibali.com)--Operator Telkomsel bekerja sama dengan perusahaan transportasi Blue Bird menghadirkan layanan taksi berbasis internet of things (IoT).

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan layanan solusi inovatif berbasis internet of things (IoT) di industri transportasi merupakan perwujudan komitmennya mendukung visi Making Indonesia 4.0 dari pemerintah.

Dalam kolaborasi dengan Blue Bird, Telkomsel menghadirkan IoT Control Center, solusi cloud-based yang aman dan terpercaya untuk melakukan manajemen perangkat IoT. IoT Control Center mampu memberikan visibilitas dan keamanan aset perusahaan, menjaga kualitas layanan, memastikan kinerja perangkat selalu optimal, serta memprediksi biaya pengeluaran.

IoT Control Center mampu memperkuat sebuah ekosistem IoT secara menyeluruh melalui berbagai perangkat yang saling terkoneksi di dalam jaringan Blue Bird.

“IoT Blue Bird akan menjadi solusi pengganti Fleety, sebagai perangkat penghitung argo serta penerima pesanan berbasis jaringan 2G yang selama ini dipakai di armada Bluebird,” katanya seusai penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Blue Bird, di Jakarta, belum lama ini.

Perangkat IoT Blue Bird akan didukung oleh jaringan 4G LTE Telkomsel, sebagai perangkat komputer multi-fungsi yang terpasang di semua tipe armada Bluebird lengkap dengan fitur seperti argo meter untuk taksi, pengiriman order penumpang, pelacakan posisi (GPS), komunikasi dengan penumpang dan operator pusat, termasuk pembayaran.

Perangkat ini juga terhubung langsung dengan kendaraan sehingga mampu membaca data-data vital dari kondisi kendaraan dan mengirimkannya langsung ke sistem aplikasi Blue Bird.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo berharap layanan Telkomsel ini dapat menjadi solusi yang membantu Blue Bird mengakselerasikan produktivitas dan kinerja sehingga mampu memberikan nilai tambah dalam melayani pelanggan.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan efisiensi di dalam operasional Bluebird, namun juga berdampak positif bagi industri transportasi di Indonesia melalui peningkatan kualitas layanan penumpang, pengemudi dan juga kendaraan.”

Untuk saat ini, ekosistem IoT di armada Blue Bird ditargetkan untuk diimplementasi pada 10.000 unit hingga 31 Desember 2019. Secara keseluruhan potensi armada Bluebird yang mengimplementasikan layanan IoT Control Center Telkomsel mencapai 25.000 taksi, di mana target tersebut akan dicapai pada Kuartal II tahun 2020.

Tidak hanya mentransformasi operasional taksi Bluebird menjadi berbasis IoT, Telkomsel turut menyediakan akses khusus yaitu UMB (USSD Menu Browser) khusus bagi pengemudi taksi Blue Bird untuk melakukan top-up paket data dari Telkomsel.(wan)