Seni Lukis Cat Air: IWS Indonesia Pamerkan Karya Dunia di Nusa Dua

Jumat, 02 Agustus 2019 : 12.49

NUSADUA (inibali.com)-- Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Ardhana Sukawati membuka Pameran Internasional Ke-3 International Watercolor Society (IWS) Indonesia di Gedung AB-BC, Komplek ITDC, Nusa Dua, Kamis (1/8/2019) sore.

"Pameran ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,  khususnya bagi para seniman lukis di Bali, dan mewarnai aktivitas kepariwisataan kita," ujar Tjok Oka yang akrab disapa Cok Ace.

Menurut Cok Ace perkembangan dunia seni lukis harus selalu didorong untuk dapat bersaing dengan karya-karya di dunia. Indonesia telah banyak melahirkan para maestro di berbagai bidang seni yang telah diakui dunia. Oleh sebab itu, katanya, menjadi tanggung jawab kita semua untuk senantiasa mendukung upaya untuk memajukan berbagai bentuk kesenian yang kita miliki, seperti seni lukis cat air.

"Seni lukis sebagai bagian dari kebudayaan nasional memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pemajuan kebudayaan yang sedang gencar-gencarnya dilakukan pemerintah dengan diterbitkannya Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan," ungkapnya.

Ketua International Watercolor Society Indonesia Agus Budiyanto mengatakan ratusan karya dalam pameran bertajuk “@rtquarelle” yang berlangsung 1-7 Agustus 2019 ini merupakan pemenang dan finalis kompetisi lukisan cat air 2019 yang diikuti seniman dari 56 negara.

“Kompetisi perdana ini diharapkan mempercepat Indonesia menjadi lebih diperhitungkan di dalam kancah pergaulan seni lukis cat air,” katanya.

Kata dia pameran ini menampilkan banyak ragam dan kecenderungan tema, gagasan, obyek garapan, motif, maupun pencapaian teknik di dalam seni lukis cat air dewasa ini.

Kata dia kompetisi tersebut memang tidak membatasi ruang gerak seniman, kecuali membaginya di dalam dua kelompok besar, yakni figratif atau representational dan non-figurative atau non-representational.

Ia menyebut hasilnya sangat menarik karena memberi pemandangan luas tentang perkembangan seni lukis cat air di berbagai negeri se kawasan maupun dari benua lain, dan praktik berkesenian yang tengah berlaku.

“Melengkapi karya pemenang dan finalis pada pameran ini, para juri juga ikut menampilkan lukisan mereka di dalam gaya khas masing-masing,” tuturnya.

Agus menambahkan rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadikan Indonesia sebagai satu titik penting dalam percaturan seni budaya internasional dan semakin mengokohkan posturnya sebagai kawasan yang subur kreatitivtas ke dalam peta cat air dunia.

“Ini moment yang sangat penting, rintisan yang dengan berani diambil di tengah segala keterbatasan, dan karena itu mesti dijaga dan dirawat pertumbuhannya,” katanya.

Untuk memilih pemenang kompetisi tersebut dibentuk dewan juri yakni Srihadi Sudarsono (ketua) dengan anggota Atanur Dogan (pendiri dan President IWS Globe, Turkey/Canada), Liu Yi (pelukis senior cat-air China), Ong Kim Seng (pelukis cat-air senior Singapura), dan John Cogley (pemilik perusahaan cat-air Daniel Smith, USA).

Pada tahap awal kompetisi, seluruh 986 karya peserta dari 73 negara diperiksa dan dipilah oleh dua orang kurator IWS yakni Eddy Soetriyono dan Efix Mulyadi. Tahap penyisihan ini menghasilkan 312 (jumlah karya) yang diserahkan kepada juri tahap akhir. Berikut para pemenangnya:

Kategori Figuratif/Representational
Pemenang 1: Viktoria Prischedko, Germany -- (Autumn)
Pemenang 2: Youmee Park, South Korea -- (Romance of Beautiful Light)
Pemenang 3: Ngurah Darma, Indonesia -- (Balinese Girl)

Pemenang Kategori Nonfiguratif/Nonrepresentational
Pemenang 1: Besnik Xhemaili, Kosovo -- (Garden)
Pemenang 2: Hisako Ohkochi, Japan -- (Water Side)
Pemenang 3: Umi Haksami, Indonesia -- (Beyond the Horizon #2)