Indra Lesmana-Nyoman Windha Kawinkan Jazz dan Jegog di Sanur Vilage Festival 2019

Kamis, 22 Agustus 2019 : 15.48


DENPASAR (inibali.com)—Penampilan kolaborasi musisi jazz Indra Lesmana dan seniman Bali I Nyoman Windha menyita perhatian ribuan penonton saat malam pembukaan Sanur Village Festival XIV, Rabu (21/8/2019) malam.


Indra Lesmana feat Jegog Orchestra membuka dengan komposisi “Rumpun Bambu” yang menyajikan ramuan musik jazz dan alunan gamelan semara pegulingan. Tata lampu yang cukup bagus menaikkan kualitas tontonan di festival tahunan ini.

Menurut Indra kolaborasi ini merupakan reuni dengan maestro seni musik tradisi Nyoman Windha dalam sebuah kolaborasi di acara Megalitikum Kuantum pada 2005 sila, di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran.

“Saya bersyukur bisa kembali dipertemukan dalam kolaborasi bersama Profesor Windha,” kata Indra.

Penampilan Indra dan Windha di Sanur Village Festival ini juga untuk merespons tema “Dharmaning Gesing” atau memuliakan bambu, karea sebagian besar instrumen yang digunakan merupakan peranti musik tardisional jegog dari Jembrana yang terkenal itu.

Windha yang alumnus Universitas Mills College, Oackland, California (ACC) Amerika Serikat itu mengatakan mendirikan grup pada 2006, setahun setelah berkolaborasi dengan Indra. 

Ia menyebut grup ini mengembangkan jegog berlaras 7 nada dengan instrumen semara pegulingan yang dinamakan Jes Gamelan Fusion, Jes yang dimaksud, apalagi jakau bukan jegog-semara pegulingan. 

Windha pun berupaya mendekatkan nada pentatonis dari instrumen tradisional tersebut mendekati nada diatonis untuk keperluan berkolaborasi dengan musik modern seperti drum, bas, piano dan sebagainya.

“Sungguh luar biasa malam ini, saya dipertemukan kembali dengan Mas Indra dan bisa tampil di panggung Sanur Festival yang megah ini,” katanya.

Selain berkolaborasi dengan Windha, mereka juga ditemani musisi multi-instrumentalis Ron Reeves yang malam itu memainkan alat musik tiup asal Hungaria, tarogato.

Indra baru berusia 12 tahun ketika pertama kali bertemu Ron yang kemudian menjadi sahabat dan kerap main musik bersama. Kata Indra Ron telah melanglang buana memainkan perkusi dan instrumen serta menguasai beberapa bahasa.

Komposisi “Makepung” pun mengalun mengakhiri penampilan kolaborasi yang menyiratkan musik progresif, menyampaikan bahasa universal dan menyatukan harmoni alat musik tradisi dan modern dari berbagai budaya di belahan dunia.(rel)