SANUR VILLAGE FESTIVAL: 14 Tahun Menyangga Budaya dan Pariwisata

Jumat, 19 Juli 2019 : 09.18

Burung-burung Perdamaian (Foto: Ida Bagus Putra Adnyana/Gustra)
DENPASAR (inibali.com)— Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kembali menetapkan Sanur Village Festival 2019 masuk 10 besar kalender kegiatan pariwisata nasional. Festival ke-14 ini akan  digelar 21-25 Agusus 2019 di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, Bali.

Sesungguhnya perjalanan Sanur Village Festival 2019 merupakan rangkaian dari konsep sejak festival ini dihadirkan. Berangkat dari respons keprihatinan atas dampak tragedi bom Bali 2005 yang melumpuhkan sendi pariwisata Bali, Yayasan Pembangunan Sanur memutuskan untuk bangkit dan mewartakan wilayah pesisir ini sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan menarik untuk dikunjungi.

Sanur Village Fesival berkembang bersinergi dengan kehidupan tradisi budaya dalam mewadahi ragam kreativitas warga Sanur. Menyadari potensi sektor pariwisata berbasis masyarakat adalah dinamika yang harus terus diberikan ruang.

Yayasan Pembangunan Sanur berfikir saat itu bahwa kreativitas masyarakat memerlukan kalangan, termasuk atraksi baru yang ditunggu khalayak pariwisata secara luas, baik lokal maupun internasional. Seiring dengan perjalanan itu akhirnya Sanur Village Festival menjadi magnet kuat sebagai suguhan sekaligus identitas destinasi baru pariwisata Sanur.

Data yang pernah dihimpun Sanur Village Festival menunjukkan angka peningkatan pengunjung yang terus meningkat, termasuk transaksi yang berimplikasi pada perputaran bisnis selama festival diselenggarkan. Kecenderungan ini tidak lepas dari peran penyelenggara festival yang terus membenahi program suguhan, penggarapan tema, desain festival maupun publikasi secara luas.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, yang juga Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau yang akrab disapa Gusde menyadari semangat zaman dan persaingan destinasi pariwisata selalu merangsang pertanyaan dan pemikiran. “Refleksi dari tuntutan perkembangan itu terus diformulasikan dalam aneka pemikiran yang dituangkan melalui program-program festival,” katanya, Kamis (18/7/2019).

Sanur Village Festival dengan berbagai programmnya berlandaskan semangat baru dari kesadaran untuk selalu menjaga warisan leluhur. Tema-tema pelaksanaan festival setiap tahun dikemas yang dapat mengikat secara emosional dalam membangun kesadaran, rasa bangga, introspeksi, maupun sensitivitas.

Hingga 2018 lalu, Sanur Village Festival berulang kali mendapat pujian dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia lintas kabinet, serta masuk event besar pariwisata nasional, semakin memacu untuk terus berinovasi secara berkelanjutan.

Sanur Village Festival 2019 mengusung tema “Dharmaning Gesing”. Tema ini diangkat dari kesadaran dan penghargaan akan peranan bambu dalam kehidupan masyarakat Bali sehari-hari. Seperti diketahui hampir di setiap upacara keagamaan, bambu pasti digunakan, baik daun maupun batangnya.

Bambu tidak bisa dilepaskan dari sitem budaya agraris yaitu subak, serta menjadi salah satu bagian penting arsitektur bangunan adat di Bali. Maka sangatlah penting pemikiran mengenai  bambu diwadahi kembali sebagai bagian memuliakan dan spirit kreativitas masyarakat di Bali.

Kesadaran dari keberadaan, spirit serta falsafah kehidupan bagi masyarakat Bali tentang bambu secara pengejewantahan ini diharapkan dapat mendorong kebersamaan dan kesatuan serta kekeluargaan (menyamabraya), hormat dan selalu menjaga kelestarian alam, dan mengilhami kreativitas warga Sanur.

Ida Bagus Gede Sidharta Putra (Foto: IG/ @gusdsidharta)

Apa sebenarnya indikator keberhasilan Sanur Village Festival sebagai bagian dari pariwisata desa di pinggir pantai ini? Gusde menjawab kemakmuran masyarakatnya. Sanur Vilage Festival adalah produk yang memberikan nilai tambah bagi pariwisata desa ini.

Gusde yang juga Ketua PHRI Kota Denpasar ini terus membicarakan produk festival ke banyak pihak terutama operator pariwisata baik nasional maupun internasional. Sanur Village Festival merupakan produk yang dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan, karena mereka telah mengagendakan selama lima hari bahkan lebih untuk tinggal dan menikmati Sanur.

Lebih lanjut menurut Gusde, karena setiap destinasi pariwisata memiliki nilai dan daya saing , jelas dukungan berbagai pihak terutama pemerintah baik dalam peningkatan infrastruktur, rasa aman maupun promosi yang berkelanjutan. Dengan daya dukung alam Sanur dan masyarakatnya termasuk kehidupan tradisi dan budaya, tinggal mengontrol dan meningkatkan atraksi yang disuguhkan oleh Sanur Village Festival.

Gusde juga menggaris bawahi dari program Sanur Village Festival yang menjadi highlight adalah entertainment berupa pergelaran musik dan budaya serta food bazar, dan tentu didukung program yang lainnya. Ini sejalan dengan data dari survei akademisi pariwisata yang melakukan penelitian mengatakan kebanyakan pengunjung ingin menikmati good entertainment dan food bazar.

Saat ini Penyelenggara Sanur Village Festival telah mempersiapkan secara maksimal baik desain penyelenggaraan maupun para musisi dan pengisi tenan yang mendukung good entertainment dan food bazar. Ada beberapa program yang akan mengawali di awal Agustus serta menambah pada pascakegiatan hingga September 2019. (Yudha Bantono).