GIPI Bali Genjot Kunjungan Wisatawan Berduit dari China

Sabtu, 19 Januari 2019 : 15.28

Pesona Gunung Batur.
DENPASAR (inibali.com)—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Provinsi Bali bertekat membidik wisatawan berkantong tebal asal China.

Ketua Gabungan Industri pariwisata Indoneia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan melihat potensi wisatawan berkualitas atau berkantong tebal dari China yang begitu besar, segmen inilah yang akan didorong untuk berkunjung ke Pulau Dewata.

Ia berharap pada awal 2019 ini para wisatawan dari Negeri tirai Bambu itu bisa membelanjakan uang hingga US$2.100.

“Kita akan lebih fokus untuk menggarap wisatawan berkualitas dari China yang memang sangat potensial untuk dibidik,” katanya, belum lama ini.

Kendati begitu, Bagus Agung atau Gus Agung mengatakan perihal kuantitas juga menjadi perhatian karena pada 2019 ini pemerintah pusat menargetkan 3,5 juta kunjungan wisatawan asal China ke seluruh destinasi di tanah air.

Ia menambahkan pada 2019 ini Bali menargetkan sekitar 1,5 juta kunjungan wisman China. Pada Januari-November 2018 kunjungan wisatawan China ke Bali mencapai 1,29 juta orang.

Kata dia untuk triwulan pertama 2019 pengeluaran wisatawan asal Negeri Tirai Bambu ini diharapkan melewati rata-rata ‘spending’ wisman ke Bali yakni US$1.100 untuk 4 malam dan 5 hari di luar transportasi.

Namun, lanjutnya, setelah April 2019 mendatang berangsur menuju ‘spending’ yang diidealkan para pelaku pariwisata yakni menyentuh US2.100.

Berbagai cara ditempuh mulai promosi efektif yang tepat sasaran membidik segmen wisatawan berkelas hingga menyiapkan berbagai kegiatan di Bali.

Salah satu kegiatan yang dirancang adalah festival yang akan digelar terkait Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China yang jatuh pada 5 Februari mendatang.

Rencananya ada beberapa nama untuk atraksi wisata yang akan digelar 6 Februari atau sehari setelah Imlek yakni Festival Batur, Festival Balingkang, atau Festival Kintamani yang mengambil lokasi di kawasan Geopark Gunung Batur di Kabupaten Bangli.

Festival yang digagas Pemprov Bali dan dilaksanakan pemangku kepentingan yang tergabung dalam GIPI Bali ini menargetlan 3.000 wisatawan asal China yang berkantong tebal.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengatakan festival ini akan mempegelarkan historia hubungan Bali dan Tiongkok yang sudah terjalin sejak ratusan tahun silam.

Festival ini bakal menampilkan berbagai pertunjukan seni yang merupakan akulturasi budaya Bali dan Tiongkok. Para wisatawan juga akan diajak mengnjungi artefak peninggalan para pendahulu dari Tiongkok yang berbaur dan menikah dengan warga Bali.

“Kita ingin menunjukkan bahwa hubungan Tiongkok dan Bali sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu dan berjalan dengan baik,” ujarnya.(wan/Bisnis)