Bali Bukukan Kepesertaan JKN-KIS 73 Persen

Selasa, 02 Januari 2018 : 22.11

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Bali, NTT, dan NTB, Army Adrian Lubis, Selasa (2/1/2017)
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Bali hingga akhir 2017 mencapai angka 73 persen dari 4,3 juta penduduk. Sementara total peserta JKN-KIS secara nasional mencapai angka 187,9 juta atau 72,9 persen.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Bali, NTT, dan NTB, Army Adrian Lubis, Selasa (2/1/2017), mengatakan, Tahun 2017 peserta JKN-KIS di Bali telah mencapai 73 persen lebih dari 4,3 juta jumlah penduduk. "Angka tersebut melebihi nasional sebesar 72,9 persen. Sementara NTB baru 67,8 persen dari penduduk 5,2 juta dan NTT 73,4 persen dari penduduk 5,4 juta,” ujar dalam Public Expose bertema “Jaminan Kesehatan Semesta Sudah Di Depan Mata” di Kantor BPJS Renon. 

Diakui secara keseluruhan rata-rata pencapaian Bali, NTB dan NTT masih di bawah nasional yakni baru 71,39 persen dengan cakupan 10,6 juta penduduk dari jumlah total penduduk di tiga provinsi tersebut 14,9 juta lebih. Namun di 2018 ini ia optimis Bali bisa mencapai 100 persen. “Peran pemda/pemprov sangat penting dalam mendukung pencapaian program ini,” jelas Army.

Arah kebijakan dan strategi nasional, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019. “Berbagai strategi dan upaya akan dilakukan, salah satunya melalui dukungan dan peran pemerintah daerah (pemda). Saat ini dukungan tersebut sudah terasa di sejumlah daerah, khususnya dalam upaya memperluas cakupan kepesertaan dengan memastikan seluruh penduduk di wilayah daerah tersebut telah menjadi peserta JKN-KIS atau dengan kata lain tercapainya Universal Health Coverage (UHC),” jelas Army

Pada tahun 2017, kata dia, 95 persen atau 489 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota telah terintegrasi program JKN-KIS. Tercatat 3 Provinsi yaitu Aceh, DKI Jakarta, dan Gorontalo, 67 kabupaten, dan 24 kota telah lebih dulu UHC tahun 2018. Adapun untuk Kedeputian Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, 37 kabupaten/kota telah melakukan integrasi terhadap program JKN-KIS dengan jumlah peserta 10.695.626 jiwa. “Sedangkan Kabupaten yang sudah UHC adalah Kabupaten Badung, Lombok Utara, Dompu, Sumbawa Barat, Sumba Barat Daya, Lembata, Sumba Tengah dan Alor dengan jumlah peserta 1.857.465. Terdapat 1 Kabupaten yang dalam proses menuju UHC yaitu Kabupaten Klungkung dengan jumlah peserta 163.776 jiwa,” sebutnya.

Ia berharap ke depannya peran pemda semakin baik, khususnya dari segi komitmen dalam mendaftarkan warganya menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi program Jamkesda. “Kami juga sangat berterimakasih kepada Pemda yang sudah mendorong UHC di daerah masing-masing dan kami harapkan seluruh pemda dapat melakukan hal serupa, mendukung dan merealisasikan rencana strategis nasional serta amanah UU Nomor 40 tahun 2004,” ujarnya. (wid)