Erupsi Tahan Realisasi Pajak DJP Bali pada Level 90 Persen

Selasa, 19 Desember 2017 : 21.14

Kakanwil DJP Bali Goro Ekanto (tengah) saat media gathering, Selasa (19/12/2017). 
DENPASAR (inibali.com) -  Ekonomi Bali mengalami koreksi yang cukup dalam. Pariwisata sempat menyentuh titik terendah akibat pembatalan kunjungan. Penerimaan pajak pun akhirnya terdampak bahkan diperkirakan realisasi hanya di level 90 persen.

Data Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Bali hingga pertengahan Desember ini baru mencapai 78 persen dari target total Rp 10,026 triliun. “Dengan sisa waktu yang ada, kita akan upayakan sampai akhir tahun ini bisa tercapai 90 persen,” ujar Kakanwil DJP Bali, Goro Ekanto dalam acara Media Gathering di aula Kantor Wilayah DJP Bali, Selasa (19/12/2017). 

Dikatakan, pihaknya tetap optimis kendati situasinya sulit. Potensi untuk mencapai pemasukan hingga 90 persen tersebut menurut Goro masih memungkinkan. “Ada beberapa wajib pajak yang kita harapkan bisa melaksanakan kewajibannya termasuk dari bendahara pemerintah,” ujarnya didampingi Kabid PPIP Putu Sudharma dan Kabid P2 Humas Riana Budiyanti.

Disebutkan, hingga saat ini proyek pemerintah masih ada yang tengah berjalan. Jadi diharapkan hal itu bisa memberi kontribusi pemasukan pajak. "Moga apa yang kita harapkan bisa tercapai," imbuhnya.

Pria yang baru beberapa bulan bertugas selaku Kakanwil ini menilai, Tahun 2018 mendatang ekonomi Bali masih dalam tekanan. Hal ini akibat erupsi Gunung Agung yang sampai saat ini belum tahu kapan berakhirnya. Ia pun belum berani menyampaikan angka target untuk tahun mendatang.

Kendati demikian, pihaknya berupaya menggenjot pendapatan pajak dengan menambah jumlah wajib pajak. Sebab saat ini masih banyak wajib pajak yang belum memiliki NPWP serta belum mengikuti tax amnesty (TA). Pihaknya juga akan mengejar WP nominee (pinjam nama). “Mereka ini orang asing yang punya harta di Indonesia tapi memakai nama orang lokal. Kita sudah melakukan pendekatan dengan pihak PHRI,” jelasnya. *