Pelabuhan Segitiga Emas Dipercepat, Dorong Kepariwisataan Klungkung

Kamis, 16 November 2017 : 18.47

Wisatawan naik ke kapal di Pantai Nusa Penida. (Foto: liburansari.com)
DENPASAR (inibali.com)—Pemerintah Kabupaten Klungkung mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Sampalan senilai Rp35 miliar.

Pelabuhan Sampalan merupakan bagian dari rencana Pelabuhan Segitiga Emas untuk meningkatkan konektivias Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Klungkung daratan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan keberadaan pelabuhan ini bakal menaikkan daya saing destinasi pariwisata dan mendorong perekonomian di Pulau Nusa Penida.

“Pelabuhan ini juga akan mengurangi kerusakan alam bawah laut karena banyak area pantai yang digunakan untuk sandar kapal,” kata Suwirta, Rabu (15/11/2017).

Pelabuhan Segitiga Emas akan dibangun di tiga lokasi yakni Dusun Sampalan, Desa Batununggul di Pulau Nusa Penida, Desa Bias Munjul, di Pulau Nusa Ceningan, dan Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan (di Klungkung daratan).

“Pelabuhan Sampalan akan menjadi satu-satunya pintu masuk ke Nusa Penida yang lebih memudahkan kontrol dan keamanan serta mendorong perekonomian akibat pesatnya pariwisata di tiga pulau,” katanya.

Selain wilayah di daratan di Pulau Bali, Klungkung memiliki gugusan pulau yang memiliki sejumlah destinasi wisata potensial. Kelak jika pelabuhan ini berfungsi memudahkan lalu lintas orang maupun barang di tiga pulau. Pulau Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan telah terhubung dengan Jembatan Kuning sepanjang 138 meter yang dibangun kembali Maret 2017 akibat roboh.

Kata Suwirta pekan lalu telah dilakukan pembahasan final master plan dan detail enginering design (DED) penataan Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida. Pelabuhan yang diproyeksikan mampu menampung 8 boat sekali sandar itu akan dibangun di atas lahan 5.000m2 dilengkapi gedung pelabuhan berkapasitas 300 orang dan area parkir kendaraan.

Suwirta telah mendapatkan pemaparan dari konsultan proyek dan meminta peningkatan kapasitas penumpang pada gedung pelabuhan. “Peningkatan penumpang harus diantisipasi, apalagi untuk musim libur dan saat hari raya,” katanya.

Penataan pelabuhan ini, lanjutnya, juga akan diimbangi dengan manajemen dan pelayanan profesional yang akan ditangani badan pengelola bergaya swasta. “Penataan ini kami harapkan membuat penumpang lebih nyaman, begitu juga operasional kapal yang memanfaatkan jasa pelabuhan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung Nyoman Sucitra mengatakan untuk pelabuhan di Desa Pesinggahan dan Bias Munjul akan memasuki tahap feasibility study (FS) yang dananya dimasukkan ke APBD perubahan.

Dia mengatakan untuk pembanguann Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida dianggarkan Rp35 miliar dan total dengan dua pelabuhan yang lain diperlukan biaya Rp100 miliar.

“Karena besarnya anggran, pembangunannya dilakukan bertahap sesuai kondisi keuangan daerah. Pelabuhan Sampalan akan didahulukan mulai 2018,” tuturnya.