BPJS Kesehatan, Badung 100% Jembrana Hanya 43%

Selasa, 21 November 2017 : 15.55

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTB dan NTT BPJS Kesehatan, Army Adrian Lubis, Selasa (21/11/2017l

*BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering

GIANYAR (inibali.com) - Program jaminan kesehatan di Indonesia menjadi salah satu program tersukses. Secara nasional jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai angka 70 persen, bahkan ada satu daerah di Bali yang kepesertaan BPJS Kesehatannya mencapai angka 100 persen.

Asisten Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTB dan NTT, Triwidhi Hastuti Puspitasari, Selasa (21/11/2017) di Rumah Luwih menyatakan kepesertaan BPJS Kesehatan di Bali mencapai 68,88 persen. "Badung tertinggi mencapai angka 100 persen, sedangkan terendah Jembrana 43 persen," ujarnya saat acara Media Gathering BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTB, NTT dengan tema ‘Sinergi Bersama Menuju Indonesia Sehat Dengan JKN-KIS".

Dikatakan, periode Januari-Oktober 2017 peserta BPJS Kesehatan di Bali mencapai 3.088.984 jumlah penduduk 4.484.801 orang penduduk, atau 68,88 persen yang terdaftar JKN-KIS. Jumlah iuran (premi) yang telah dibayarkan peserta sebanyak Rp 776 miliar. "Hingga Oktober 2017 pelayanan yang dibayarkan untuk wilayah Bali sebesar Rp 1,57 triliun. Nilai tersebut untuk membayar total 604 fasilitas kesehatan (faskes) tingkat primer dan 46 faskes rujukan," sebutnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, dr. Kiki Christmar Marbun menjelaskan peserta JKN-KIS area kerja Cabang Denpasar yaitu Badung, Tabanan dan Denpasar sebanyak 1.463.731 atau 87 persen dari jumlah penduduk di wilayah tersebut. Dari jumlah itu penerima bantuan iuran (PBI) APBN dan APBD sebanyak 566.627 jiwa sedangkan non penerima bantuan 897.104 jiwa.

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTB dan NTT BPJS Kesehatan, Army Adrian Lubis, dalam sambutan pembukaan Media Gathering mengatakan, program jaminan kesehatan di Indonesia menjadi salah satu program tersukses dan tercepat. Bagaimana tidak, saat beberapa negara maju memerlukan waktu puluhan tahun, sementara Indonesia hanya dalam 4 tahun. Dalam waktu yang singkat jumlah peserta jaminan kesehatan di bawah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 184,5 juta atau 70 persen dari jumlah penduduk.

Kepesertaan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTB dan NTT mencatat jumlah peserta JKN-KIS mencapai 10.513.004 jiwa dari jumlah total penduduk di wilayah itu 15.163.007 jiwa. Sedangkan yang belum tercover jaminan sosial kesehatan sebanyak 4,650.003 jiwa atau 30,67 persen dari jumlah total penduduk Bali Nusra. (wid)