Meraup Untung Jelang Galungan, Bisnis Penjor Tak Pernah Surut

Kamis, 26 Oktober 2017 : 07.39

Made Mangku Budiarta (kiri).
DENPASAR (inibali.com)--Permintaan penjor menjelang Hari Raya Galungan sangat tinggi. Peluang inilah yang digarap Made Mangku Budiarta dari Bale Bali Penjor selama bertahun-tahun.

Kata dia bisnis penjor dulu tidak ada yang melirik. Sekitar 10 tahun silam dia mengawali usaha peranti upakara yang kini berkembang ke dekorasi pesta nikah atau pawiwahan.

“Kini usaha ini banyak yang meminati, ya, karena umat sekarang sangat sibuk, tak sempat membuat penjor sendiri,” ujarnya, pekan ini.

Penjor merupakan salah satu sarana upakara dalam Hari Raya Galungan sebagai simbol Naga Basuki yang berarti kesejahteraan dan kemakmuran.

Ornamen dan hiasan yang digantung di penjor biasanya berasal dari hasil pertanian, seperti plawa (daun-daunan), palawija (biji-bijian), pala bungkah (umbi-umbian), dan pala gantung (kelapa, pisang, mentimun).

Gerai usaha penjor di jl. Kepundung, Denpasar.

Kata dia menjelang Galungan yang jatuh pada Rabu (1/11/2017) mendatang telah disiapkan sekitar 1.000 batang bambu untuk membuat penjor lengkap dengan pernik ornamen dan hiasan dengan variasi harga mulai Rp200 ribu hingga Rp3,5 juta per unit. Sedangkan per batang bambu dia jual Rp35 ribu per batang.

Yang paling laris, lanjutnya, tentu harga yang termurah, biasanya untuk hiasan menggunakan janur kelapa. Tapi, sejak 3 tahun belakangan ini dia memiliki 500 pelanggan tetap yang selalu memesan penjor di harga Rp350 ribu per unit, bahan hiasan dari ental, daun lontar yang didatangkan dari Sumba atau Madura.

Budiarta yang memiliki gerai di jl. Kepundung Denpasar ini mengatakan sebagian besar pelanggan tersebut tak pernah bertatap muka dengannya. “Mereka biasa pesan via WA, kemudian kami kirim ke alamat, dan bayar via transfer bank, praktis,” katanya.

Selain Galungan, penjor juga digunakan pada saat pernikahan atau pesanan tertentu sebagai hiasan. Ia menyebut pernah mengerjakan pesanan 1.300 penjor untuk konferensi APEC di Nusa Dua pada 2013. Ia juga mengerjakan penjor untuk acara World Culture Forum 2013 dan 2016.

Sedangkan untuk sehari-hari, 18 karyawan Bale Bali Penjor ini mengerjakan pesanan berbagai acara MICE atau pernikahan. “Jika pesanan banyak, saya biasa melibatkan hingga 45 orang untuk membuat penjor,” ujarnya. (Bisnis.com/wid)