Gunung Agung Status Awas, Pengungsi Berdoa di Pura Besakih

Kamis, 05 Oktober 2017 : 19.36

Pura Besakih dengan latar belakang Gunung Agung. (Foto: travelingyuk.com)
AMLAPURA (inibali.com) - Para pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali ikut bersembahyang di Pura Besakih meskipun wilayah tersebut masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) II.

"Kami warga pengempon (penyungsung) Pura yang tinggal di Besakih. Jadi, sekalian pulang ke rumah untuk bersih-bersih," kata salah satu pengungsi, Nengah Ariasa, di pelataran Pura Besakih, Kamis.

Pura Besakih merupakan pura yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat tidak pernah absen melaksanakan persembahyangan dan pemujaan di Pura terbesar di Pulau Dewata itu.

Ariasa mengatakan kesempatan bersembahyang pada hari purnama keempat dimanfaatkan untuk memohon keselamatan dan juga kesejahteraan kepada Para Dewata, utamanya yang berstana di Pura Besakih dan Gunung Agung.

Selain itu, selama hampir dua minggu lebih mengungsi, belum sekalipun pernah datang dan bersembahyang.

"Kalau saya biasanya rutin datang dan sembahyang. Karena Besakih masuk KRB II yang menyebabkan kami juga mengungsi, jadi baru sempat sembahyang saat ini," terang dia.

Ariasa yang juga bekerja sebagai pramuwisata di Pura Besakih itu berharap situasi segera membaik karena keadaan yang terjadi saat ini juga mempengaruhi perekonomiannya beserta keluarga yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

"Terpaksa sampai saat ini bertahan di pengungsian. Bisa bertahan hidup dari uluran tangan pemerintah," terang Ariasa seraya berharap status Gunung Agung segera turun sehingga dirinya bisa kembali beraktivitas di Besakih.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Pura Besakih masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) II karena hanya berjarak sembilan kilometer dari kawah Gunung Agung. Ribuan masyarakat yang tinggal di sekitar Pura berasal dari wilayah tersebut.

Sementara itu, BNPB mencatat data terakhir jumlah pengungsi mencapai 150.109 tersebar di 420 titik di sembilan kabupaten/kota di Bali.

Penambahan jumlah pengungsi tidak lepas dari psikologis masyarakat yang ketakutan. "Oleh karena itu kami sedang melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat," katanya.

Hingga Kamis (5/10) pukul 12.00 Wita, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tingkat kegempaan masih tinggi Gunung Agung untuk vulkanik dangkal mencapai 93 kali, vulkanik dalam 113 kali dan tektonik lokal 18 kali. (Antara/wan)