Gubernur Pastika Prioritaskan Sisa Lowongan RSBM

Sabtu, 28 Oktober 2017 : 09.01

Pertemuan Gubernur Bali, Mangku Pastika dengan tokoh masyarakat Sanur, Jumat (27/10/2017)

DENPASAR (inibali.com) - Tokoh masyarakat Sanur, Gubernur Bali Made Mangku Pastika di ruang kerja gubernur, Jumat (27/10). Pertemuan berlangsung tertutup. Topik yang dibicarakan mengenai janji dari Pemprov Bali terkait 10 persen kuota warga Sanur di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

Karo Humas dan Protokol, I Dewa Gede Mahendra Putra menegaskan, Gubernur Bali mengapresiasi aspirasi yang disampaikan warga Sanur terkait rekrutmen pegawai di RSUD Bali Mandara. Tahun 2017 Gubernur memprioritaskan warga Sanur untuk dapat mengisi 19 lowongan yang ada. Diantaranya, lowongan 4 dokter spesialis, 6 orang S-1 Kesehatan, 6 orang D-3 Kesehatan, 7 orang tenaga non kesehatan, 4 sopir, 2 tenaga pemelihara gedung, dan 1 tenaga laundry.

Bahkan tidak tanggung tanggung, orang nomor satu di Bali ini  meminta jajarannya untuk menyelesaikan perekrutan pegawai tersebut hari ini juga sehingga saat mulai beroperasinya rumah sakit tersebut tidak ada permasalahan lagi. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dalam siaran persnya, Jumat (27/10) .

Meski tetap ada persyaratan tes bagi formasi tenaga medis seperti dokter spesialis. Dinas Kesehatan bahkan diminta lembur untuk menyelesaikan perekrutan itu. “Gubernur juga akan membantu menyampaikan kepada rekanan untuk formasi 2018 agar mengutamakan warga Sanur. Untuk 2018, ada 40 lowongan satpam. November ini harus sudah mengajukan lamaran karena Januari 2018 sudah mulai kerja,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Gusti Agung Alit Kencana mengatakan, janji 10 persen kuota lowongan pekerjaan sebelumnya dilontarkan Tim Sosialisasi RSBM. Hal itupun sudah dipahami oleh gubernur, sampai akhirnya gubernur meminta maaf. Namun, cukup sulit untuk kembali meyakinkan masyarakat yang sudah kadung menuntut janji itu agar tidak melakukan demo.

“Apapun yang terjadi, besok (hari ini, red) kami akan tetap berusaha untuk menenangkan masyarakat, untuk cooling down. Kami juga tidak menginginkan hal buruk terjadi karena itu adalah wilayah kami juga,” ujar perwakilan masyarakat Sanur ini. (*)