Pengembangan Pelabuhan Benoa Dimulai, Dianggarkan Rp1,7 Triliun

Senin, 18 September 2017 : 19.22
Pelabuhan Benoa (Foto: Skyscrapercity)
DENPASAR (inibali.com)--Pengembangan Pelabuhan Benoa Pelindo III dengan dana sebesar Rp1,7 tiliun dimulai hari ini, Senin (18/9/2017), ditandai dengan sandbreaking menggunakan kapal keruk.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Dirut PT Pelindo III Ari Asjhara bersama pejabat pemda setempat hadir dalam seremonial bersejarah tersebut.

Pengembangan Pelabuhan Benoa, di antaranya memperluas dan memperdalam kolam, ditargetkan rampung menjelang pelaksanaan IMF dan World Bank Annual Forum di Nusa Dua, Oktober 2018 mendatang.

Dirut Pelindo III Ari Askhara mengungkapkan pembangunan ini sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali. Sejak 2010, jumlah wisatawan tercatat hanya 13.683 orang dan meningkat 5% setiap tahun, sehingga diperkirakan pada 2018 mencapai 91.325 orang.

"Upaya ini tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan saja, tetapi mendorong Bali agar tidak hanya menerima penumpang, juga bermalam dan berbelanja sehingga perekonomian bisa mendapatkan dampak positif," tuturnya saat peresmian sandbreaking di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Senin (18/9/2017).

Pelabuhan Benoa saat ini memiliki kedalalaman alur -8 meter low water spring (LWS) yang bisa mengakomodir kapal pesiar dengan panjang kurang dari 210 meter dengan kapasitas penumpang kurang dari 1.400 orang.

Kata Ari setelah sandbreaking nanti, kedalaman alur bisa mencapai -12 meter LWS, sehingga kapal dengan panjang lebih dari 300 meter dengan membawa 5.000 penumpang bisa sandar di Pelabuhan Benoa.

"Diperkirakan pertumbuhan wisatawan akan mencapai 28% atau sebesar 119.745 wisatawan pada 2019 bahkan diprediksi mencapai 6.131.185 wisatawan pada 2030,” jelas Ari.

Corporate Communication Pelindo III Widyaswendra menambahkan untuk mendukung pelayanan kapal pesiar, beberapa fasilitas juga dikembangkan di Pelabuhan Benoa seperti dermaga timur yang awalnya 290 meter diperpanjang menjadi 340 meter, perluasan terminal penumpang internasional dengan total 7.887 m2 dengan area kedatangan dan keberangkatan masing-masing 1.000 m2 dan 1.238 m2.

“Sementara itu, trend kapal pesiar di Asia mengalami pertumbuhan 40% sejak tahun 2012. Sedikitnya 1.320 kapal pesiar beroperasi di Asia pada 2016. Di wilayah Australia juga menunjukan peningkatan dari tahun 2014-2015 mengalami pertumbuhan 14,6% tercatat 538 kapal pesiar beroperasi,” ujarnya.