Pengangguran Bali Capai 46.484 Didominasi Golongan Berpendidikan

Senin, 09 Januari 2017 : 22.51



DENPASAR (inibali.com) - Sebanyak 46.484 krama Bali atau sebesar 1,89 persen dari total penduduk Bali hingga kini masih berstatus pengangguran. Mirisnya, jumlah pengangguran ini didominasi oleh lulusan Sarjana dan Diploma. Jumlah pengangguran terdidik yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi di Bali diprediksi akan terus meningkat setiap tahun, jika tak ada upaya untuk mengatasinya. Melonjaknya jumlah pengangguran terdidik ini menyebabkan Perguruan Tinggi di Bali kini disorot‬

‪Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menawarkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Doktor Ilmu Ekonomi ini mengatakan, penting digaungkan gerakan wirausaha bagi generasi muda di Bali. Menurut dia, Perguruan Tinggi harus menjadi garda terdepan untuk memulai dan merealisasikan gerakan Wirausaha ini. "Diawali gerakan (Wirausaha) di seluruh perguruan tinggi yang ada di seluruh Bali ," kata Sugawa Korry di Denpasar, Senin (9/1).‬

‪Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini mengatakan, gerakan Wirausaha ini perlu difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali. "Misalnya memfasilitasi FGD (Focus Group Discusi) yang melibatkan Forum Rektor untuk merumuskan metode Diklat wirausaha. Selanjutnya, melalui PT. Jamkrida dan BPD Bali memfasilitasi calon wirausaha yang sudah mampu membuat rencan usaha yang layak, dan membantu mengkoordinasikan evaluasi pelaksanaan gerakan wirausaha, dan lainnya," jelas Sugawa Korry.‬

‪Sebelumnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengundang seluruh rektor perguruan tinggi di Bali dan pihak terkait untuk membedah masalah pengangguran di Bali dalam sarasehan ketenagakerjaan bertajuk "Siapakah yang Menganggur di Bali", di kantor Gubernur, Sabtu (7/1).  Pada kesempatan itu, Pastika meminta nama-nama krama Bali yang masih menganggur itu dicatat. "Saya ingin tahu dimana mereka itu. Kalau bisa dicaritahu by name, by address, supaya saya tahu. Saya mau kumpulkan mereka. Kenapa mereka menganggur. Kenapa mereka tidak mau bekerja," ujarnya. Pastika tegaskan, dirinya ingin tahu tamatan apa saja, tamatan perguruan tinggi di mana, jurusan apa. Di luar negeri, kalau ada warga yang menganggur akan dapat tunjangan. Negara Indonesia belum bisa.‬

‪Pastika meminta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja untuk segera mencari semua yang menganggur itu. Para rektor juga diminta untuk mengecek semua alumninya, siapa saja yang menganggur, ada di mana saja. "Pengumuman lewat media massa, lewat baliho, bahwa yang menganggur silahkan daftarkan diri. Saya mau kumpulkan mereka. Saya mau jemur mereka di panas dulu, lalu saya marah-marah dulu, kenapa belum bekerja, kenapa harus menjadi parasit. Bikin malu saja," katanya. Setelah itu pemerintah baru atur apakah mereka bisa diberi tunjangan sosial seperti apa. "Kita memang tidak punya uang, tetapi nanti juga akan ada uang," ujarnya. Ia mengaku pekerjaan di Bali itu banyak. "Hanya saja orang mau bekerja atau tidak," pungkas Pastika.