Menpar Pukul Kentongan, Buka Rakernas I PHRI

Rabu, 20 April 2016 : 14.46

Menpar buka Rakernas I PHRI 2016, Rabu (20/4/2016) di BICC Westin

NUSADUA (inibali.com) - Menteri Pariwisata Arif Yahya secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2016 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Didampingi Ketua Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI, Haryadi Sukamdani, Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, pembukaan Rakernas I yang dilaksanakan 20-24 April itu ditandai dengan pemukulan kentongan.
Dalam sambutannya, Menteri Arif menegaskan jika hasil yang luar biasa bisa saja didapat dari cara yang tidak biasa. Seperti yang dihasilkan dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata beberapa waktu lalu. "Apakah cara yang tidak biasa itu harmoninya spirit dan strategic. Oleh karenanya kita sepakat membuat culture di internal yang kita namai win way, seperti jurus untuk mencapai kemenangan. WIN juga berarti Wonderdul Indonesia," papar Arif, Rabu 20 April 2016.
Ia berharap Rakernas I Tahun 2016 PHRI mampu menghasilkan yang terbaik untuk dapat membantu pemerintah mencapai target kunjungan wisatawan 20 juta pada tahun 2019.
Pada saat sama, Ketua Umum PHRI, Hariyadi BS Sukamdani menuturkan, Rakernas kali ini untuk mengevaluasi dan merumuskan program PHRI ke depan. "Rakernas PHRI dilakukan setiap tahun. Forum ini untuk mengevaluasi dan melanjutkan program ke depan selanjutnya," tutur dia.
Tema kali ini yang dipilih adalah 'Wujudkan Target Pariwisata 2019'. Tema itu diambil sebagai bentuk komitmen untuk mengoptimalkan peran serta PHRI dalam mensukseskan target yang dicanangkan pemerintah yaitu 20 juta kunjungan wisatawan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara 257 juta orang dan target devisa sebesar Rp240 triliun.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas I Tahun 2016 PHRI, Perry Markus menuturkan, Rakernas kali ini mengambil tema "Wujudkan Target Pariwisata 2019". "Nantinya akan ada sejumlah kegiatan yang dirancang bersamaan dengan Rakernas ini. Di antaranya adalah exebhision, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta sejumlah kegiatan lainnya seperti bartender competition dan lain-lain," papar dia.
Rakernas ini juga untuk mendorong upaya, tekad dan harapan bersama pemerintah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. "Juga mampu menjawab tantangan dan hambatan serta memberi solusi," harap dia. Pada Rakernas yang dihadiri seluruh Badan Pimpinan Daerah (BPD) seluruh Indonesia itu juga akan digelar sejumlah seminar dengan narasumber berkompeten. "Nantinya dari hasil seminar itu akan melahirkan 'Deklarasi Bali'," tutup dia. (wid)