Tiongkok Dominasi Kunjungan ke Bali, Wisman Australia di Posisi Kedua

Minggu, 20 Maret 2016 : 17.07

Turis asal Tiongkok di Bandara Ngurah Rai. (Foto: griyawisata.com)
DENPASAR (inibali.com) - Wisatawan asing asal Tiongkok mendominasi jumlah kunjungan wisman ke Bali dan berhasil menggeser peringkat kunjungan turis Australia pada posisi kedua.

Pengamat pariwisata Dewa Nyoman Putra  mengatakan telah memprediksi sejak lama turis Tiongkok akan lebih banyak datang berlibur ke Bali.

"Sebab pemerintah memberikan fasilitas bebas visa, di samping penerbangan lancar ke negeri tirai bambu itu," katanya, Minggu (20/3/2016).

Kondisi itu sudah terbaca sejak beberapa bulan lalu, apalagi kondisi ekonomi masyarakat Australia belakangan ini kurang kondusif, jika dibandingkan pertumbuhan perekonomian masyarakat Tiongkok cukup menggembirakan.

Apalagi ditambah maskapai penerbangan Garuda Indonesia memperluas pasar ke Tiongkok dengan menambah rute Denpasar-Shanghai setelah sebelumnya membuka rute Denpasar-Beijing dan Denpasar-Guangzhou pada 2015.

Tiongkok tampaknya merupakan salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan jaringan rute internasional Garuda Indonesia mengingat potensi turis negeri itu yang bepergian ke seluruh dunia begitu besar mencapai 100 juta orang.

Sesuai catatan Dinas Pariwisata Bali, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali kini berada di urutan pertama karena meningkat hingga 30% pada awal 2016 yakni sebanyak 189.594 orang, Januari-Februari jika diandingkan dengan periode yang sama 2015 hanya 145.747 orang.

Sedangkan turis Australia yang berlibur ke Pulau Dewata periode yang sama justru berkurang 0,96% menjadi 154.892 orang, pada hal periode tahun 2015 mencapai 156.395 orang menempati urutan kedua.

Wisatawan Jepang yang selama ini berlibur ke Puau Dewata masih bercokol diperingkat tiga yakni sebanyak 39.371 orang Januari-Februari 2016 melorot 2,89% jika dibandingkan periode yang sama sebelumnya mencapai 40.544 orang.

Dewa Putra merasa yakin pada tahun 2016 kedatangan turis Tiongkok akan terus bertambah mampu menyalip wisatawan Australia yang datang ke Bali, mengingat volume penerbangan ke Australia, benua tetangga itu semakin terbatas.

Selain itu, Garuda juga melayani 26 penerbangan ke Tiongkok yaitu Beijing Guangzhou dan Shanghai melalui Denpasar dan Jakarta. "Banyaknya penerbangan tersebut maka anak muda Tiongkok akan memanfaat Bali sebagai daerah tempat berbulan madu," ujar Putra.(Antara/wan)