PAD Bali 2017 Rp3,35 Triliun

Selasa, 15 Maret 2016 : 20.00

Samsat keliling. (Foto: BALIPROV.GO.ID)
DENPASAR (inibali.com) - Pendapatan asli daerah (PAD) Bali tahun 2017 diusulkan hanya Rp3,35 triliun, lebih rendah dibandingkan target 2016, Rp3,38 triliun.

Kadis Pendatan Daerah Bali Made Santha mengatakan usulan itu sebenarnya sama dengan target tahun ini, tetapi karena tahun ini ada potensi kenaikan sehingga terlihat lebih tinggi sedikit.

Kata dia tahun ini terlihat naik, soalnya pusat memasang target retribusi rokok lebih besar padahal biasanya realisasinya lebih rendah, dan ada anggaran diklat yang tahun lalu diusulkan sekarang saat kami tanya ternyata tidak perlu.

"Jadi sebenarnya data kenaikan tahun ini bisa disebut potensi," katanya, Selasa (15/3/2016).

Menurutnya, target PAD yang dipasang tahun depan masih sebatas nilai berdasarkan potensi, sedangkan riilnya belum dapat diketahui. Pasalnya, masih harus disesuaikan dengan pencapaian pada akhir tahun ini.

Santha menuturkan target yang dipasang tahun depan sudah jauh melampui pakem yang berlaku. Dia mengungkap usulan target PAD harus disesuaikan dengan capaian realisasi pada tahun sebelumnya.

Mengacu pencapaian PAD 2015 sekitar Rp3 triliun, sehingga pada tahun inipun selayaknya tidak terlalu tinggi dari angka tersebut. Namun, nyatanya Dispenda mematok target 2016 PAD Bali mencapai Rp3,38 triliun dan diikuti tahun depannya lagi.

Hal itu dilakukan karena didasarkan dari perhitungan menaikkan tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) yang diperkirakan menambah pendapatan Rp35 miliar-Rp40 miliar. Dengan asumsi, wajib pajak taat dan membayar tepat waktu.

Demikian juga pajak bea balik nama (BBN) dipasang naik Rp15 miliar-Rp20 miliar, dan rencana perubahan ketentuan pajak progresif dari sebelumnya menggunakan KK menjadi KTP akan menambah Rp15 miliar-Rp20 miliar.

"Itu semua akan dilihat dalam dua bulan ke depan mudah-mudahan berikan waktu baik," katanya.

Dia menyatakan tantangan PAD Bali ke depan sangat berat disebabkan 91% pendapatan berasal dari pajak berkaitan dengan kendaraan bermotor.

Sementara, hasil memanggil 18 dealer besar di Bali, semuanya menyatakan belum berani mematok target untuk semester I/2016. Bahkan‎, perwakilan Gaikindo menargetkan penjualan kendaraan bermotor pada 2017 hanya sebanyak 1 juta unit.

Angka tersebut didasarkan dari realisasi penjualan kendaraan bermotor tahun lalu hanya mencapai 1,05 juta unit, atau lebih rendah dari target yang dipasang 1,280 juta unit dan terealisasi cuma 1 juta.

Kabar baiknya, kata dia, kapasitas daya dukung kendaraan bermotor di Bali sebanyak 5,1 juta unit kendaraan, sedangkan saat ini jumlah yang tercatat baru sekitar 3 juta kendaraan. Untuk itu, kata dia, pihaknya akan mencoba membidik pengguna kendaraan bermotor bernopol luar Bali untuk dikenakan pajak.