INOVASI BADUNG BERSIH: Warga Tinggal Telepon, Petugas Jemput Sampah

Jumat, 11 Desember 2015 : 10.25

MANGUPURA (inibali.com) -- Pemkab Badung total peragi sampah. Ini inovasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melawan sampah plastik dengan cara sistem gojek sampah plastik (Gotik).

"Sistem gotik ini merupakan inovasi terbaru DKP Badung untuk melawan sampah plastik yang juga bekerjasama dengan bank sampah," kata Kadis DKP Pemkab Badung Putu Eka Martawan, Kamis (10/12/2015).

Keuntungan sistem gotik ini, kata dia, masyarakat tinggal menghubungi hotline center ke nomor 082147181741, pelayanan secara free door to door tanpa biaya, pelayanan tepat san terjadwal (quick service), pembelian cash sampah plastik segala jenis sesuai harga yang ditetapkan.

"Kami juga bebekerjasama dengan bank sampah dengan membeli sampah plastik milik masyarakat yang ada dirumah dengan harga Rp500 rupiah per satu kilogramnya," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, DKP sudah menjadwalkan setiap kecamatan yang dikunjungi untuk pelayanan gotik itu, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk tidak diambil sampah plastiknya.

Untuk jumlah petugas gotik yang dikerahkan DKP Badung, lanjut dia, menyiagakan lima petugas setiap harinya dengan masing-masing dua armada truk dan mobil pick up.

"Dalam implementasinya dalam sehari lima petugas menangani satu kecamatan yang diakukan setiap harinya," ujarnya.

Ia mencatat, berdasarkan data DKP Badung, jumlah sampah sejak Tahun 2011 sampah sebanyak 199 ton, Tahun 2012 (201), Tahun 2013 (203), Tahun 2014 (205).

Oleh sebab itu, dengan upaya ini penanganan sampah plastik di Kabupaten Badung dapat berjalan dengan baik sehingga tercipta Badung bersih

"Kami membuat suatu inovasi untuk mengolah sampah plastik sehingga tidak menjadi petaka dikemudian hari dengan langkah luar biasa sehingga penanganan sampah plastik dilakukan secara optimal," ujarnya.

Selain menyasar pembelian sampah plastik di rumah tangga, pihaknya juga menyasar setiap sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Badung untuk mengikuti upaya itu agar generasi muda membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik.

"Kami juga melibatkan anak-anak sekolah dan masyarakat agar termotivasi untuk melakukan upaya penanganan sampah plastik itu," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk insenator yang dimiliki Pemkab Badung untuk mengolah sampah secara umum itu, lanjut diam hanya terdapat satu unit pabrik yang ada di TPS Tuban yang mampu mengolah sampah 500 kilogram sampah.

Pihaknya juga sudah mengimbau masyarakat tiga tahun lalu untuk tidak menggunakan tas berbahan dari plastik secara konvensional.

Ia juga pernah menyosialisasikan kepada pasar swalayan dan minimatket di Kabupaten Badung agar menggunaan tas yang ramah lingkungan seperti paper bag dan biogredible.

"Memang ini harganya mahal, namun perlu adanya penbiasaan diri kepada masyarakat. Kami juga berencana akan menggunakan daba CSR untuk membeli sampah ramah lingkungan untuk dibagikan kepada pedagang di pasar tradisional," ujar Putu Eka. (Antara/wan)