Bendungan Titab Diairi, Bisa Jadi Objek Wisata Unggulan

Minggu, 13 Desember 2015 : 18.46

Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Menkop dan UKM Puspayoga dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menekan tombol menandai peresmian pengisian perdana air Bendungan Titab, Buleleng, Minggu (13/12/2015).(Foto: Istimewa)
SINGARAJA (inibali.com) - Bendungan Titab, Buleleng dapat menjadi objek wisata unggulan karena memiliki panorama indah.

Bupati Kabupaten Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan lokasi bendungan sangat strategis, memiliki pemandangan laut dan gunung, sangat cocok jadi tempat wisata.

"Buleleng memiliki potensi pariwisata pertanian dan perikanan mumpuni, terlebih wilayah ini memiliki garis pantai terpanjang di Bali," katanya, Minggu (13/12/2015).

Bendungan Titab pada hari ini mendapat aliran air pertama yang secara simbolis dilakukan dengan menekan tombol oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Menkop dan UKM Puspayoga dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Agus memaparkan dengan adanya bendungan di daerah itu, dapat memberikan efek pada sektor perekonomian masyarakat mengintensifkan tiga sektor utama yakni pariwisata, pertanian dan perikanan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap rencana pembuatan jalan pintas (shortcut) dari Bali bagian selatan menuju Bali utara segera direalisasikan pemerintah pusat karena kendala timpangnya pembangunan di Bali selama ini disebabkan karena aksesibilitas infrastruktur jalan antara utara-selatan.

"Di hadapan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, saya sampaikan pesan ini agar segera merealisasikan infrastruktur jalan berupa `shortcut` tersebut untuk memudahkan akses dari Bali selatan ke utara maupun sebaliknya," katanya.

Agus lmemaparkan, realisasi jalan "shortcut" sebenarnya dapat menguntungkan dua pihak, yakni Kabupaten Buleleng dan kabupaten terlokasi di selatan Pulau Dewata.

"Jika akses antara selatan dan utara baik, beberapa kabupaten di selatan Bali lebih fokus membangun pariwisata yang berkualitas (value) sedangkan Buleleng yang selama ini sepi pengunjung dapat mulai mengembangkan kepariwisataan yang selama ini cenderung sepi," katanya.(Antara/wan)