TRAGEDI PARIS: Indonesia Ikut Berduka & Kutuk Terorisme

Sabtu, 14 November 2015 : 19.07

Aparat keamanan berjaga-jaga di seputar Menara Eiffel, Paris,(Google.com)
JAKARTA (inibali.com): Serangan bersenjata di sejumlah tempat di Paris yang menewaskan lebih dari120 orang, Jumat (13/11/2015) malam mengundang kecaman dai berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Presiden Joko Widodo atas nama bangsa Indonesia mengutuk keras serangan teror dan menyampaikan duka mendalam bagi keluarga korban serta kepada pemerintah dan rakyat Prancis.

"Pemerintah dan bangsa Indonesia mengutuk keras kekerasan dan kekejaman yang terjadi. terorisme, dengan alasan apapun dan dalam bentuk apapun, tidak dapat ditoleransi, " kata Jokowi saat konferensi pers sebelum berangkat ke Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Sabtu (14/11/2015).

Pemerintah Indonesia menyeru semua pihak untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi terorisme.

Di tempat terpisah, Ketua MPR Zulkifli Hasan duka cita pada korban serangan dan ledakan bom di Paris tersebut. “Indonesia turut berduka cita atas tragedi kemanusiaan di Paris," katanya di Gedung MPR/DPR/DPD.

Kata dia tindakan penyerangan bersenjata api dan peledakan bom di Paris, merupakan tindakan biadab, yang tidak boleh terulang lagi.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan kepolisian berupaya menelusuri kemungkinan keterkaitan peristiwa serangan kelompok bersenjata di Paris, Perancis dengan jaringan-jaringan teroris di Indonesia.

"Kami sedang koordinasi apakah ada keterkaitannya dengan jaringan-jaringan yang ada di Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya dilansir kantor berita AFP, sekitar 100 orang tewas dalam serangan di gedung konser Bataclan di Paris pada Jumat malam menurut sumber-sumber kepolisian.

Setidaknya tiga orang tewas di dekat stadion Stade de France, yang berada di utara Ibu Kota, tempat Prancis bertanding melawan Jerman dalam pertandingan sepak bola yang disaksikan oleh Presiden Francois Hollande.

Sementara serangan yang lain dilaporkan terjadi di restoran Kamboja bernama Petit Cambodge, tak jauh dari Bataclan.

Hollande menyatakan kondisi darurat di seluruh negeri dan mengatakan perbatasan sudah ditutup. (Stekab.go.id/Antara)