Pengangguran Bali Hanya 1,99 Persen

Sabtu, 07 November 2015 : 08.24


DENPASAR (inibali.com) - Pengangguran di Bali hanya 1,99 persen dan terendah kedua di Indonesia. Jumlah angkatan kerja yang bekerja hingga bulan Agustus 2015 mencapai 98,01 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panusunan Siregar menyatakan, dari 3,14 juta orang penduduk usia kerja, 2,37 juta orang di antaranya sebagai angkatan kerja yakni tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 75,51 persen. Sebanyak 769.270 orang lainnya tergolong sebagai bukan angkatan kerja, yakni mereka yang hanya memiliki kegiatan bersekolah dan mengurus rumah tangga.

Lebih lanjut dikatakannya, dari jumlah penduduk yang bekerja di Bali hingga bulan Agustus 2015 yang mencapai  2,32 juta orang atau 98,91 persen dari jumlah angkatan kerja dan hanya 1,99 persen tidak terserap dalam lapangan kerja.

Jumlah ini dikatakan mengalami peningkatan sebanyak 52.173 orang (2,30 persen) dibanding Agustus 2014. Namun kondisi itu mengalami penurunan sebanyak 100.368 orang (4,14 persen) dibanding kondisi Februari 2015.

Menurunnya jumlah penduduk yang bekerja dari Februari 2015 ke Agustus 2015 berkat kondisi musim untuk bercocok tanam yang berbeda pada dua periode pencacahan tersebut. ‘Sementara itu jumlah pengangguran di Bali pada Agustus 2015 mengalami peningkatan, baik dibandingkan dengan kondisi Agustus 2014 maupun Februari 2013,” ungkapnya.

Jumlah  pengangguran di Bali pada Agustus 2015 mencapai 47.210 orang, sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) Bali meningkat, baik dari Agustus 2014 (1,90 persen) maupun Februari 2015 (1,37 persen) menjadi 1,99 persen pada Agustus 2015.

Kendati demikian ia menyatakan Bali memiliki tanyangan khusus akibat masuknya tenaga kerja dari luar Bali di sektor pariwisata. Bali sebagai ikon pariwisata nasional sehingga menjadi daya tarik wisatawan maupun para pencari kerja untuk mencoba mengadu peruntungannya. “Sektor pariwisata menjadi motor penggerak perekonomian Bali menyediakan peluang kerja yang menjanjikan bagi penduduk Bali dan masyarakat luar daerah ini,” tambahnya. *