Pemprov NTT Gelar Tour de Timor, 16-19 Desember 2015

Senin, 02 November 2015 : 08.23

Tari adat Rote,(nttprov.go.id) 
JAKARTA (inibali.com): Pemprov Nusa Tenggara Timur akan menggelar Tour de Timor (TdT) 16-19 Desember 2015 utuk memperkenalkan potensi alam, budaya dan pariwisata wilayah tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan mendukung acar tersebut karena sport tourism sangat efektif sebagai sarana promosi daerah tujuan wisata agar lebih dikenal ke mancanegara.

"Banyak event  sport tourism  internasional seperti Olimpiade, World Cup, maupun MotoGP diperebutkan banyak negara karena memberikan nilai tambah ekonomi maupun publikasi," katanya dalam peluncuran Tour de Timor, belum lama ini.

Lomba bersepeda (touring dan racing) ini merupakan gelaran pertama kali yang akan mengambil start di Atambua dengan rute dan etape selanjutnya di  Kefamenanu,  Soe, dan  Kupang. Pada setiap etape ini akan digelar pertunjukan seni  budaya setempat dan jamuan makan.

Rencananya, tahun depan akan bekerja sama dengan Pemerintah Tomor Leste, sehingga start bisa dilakukan di Kota Dili lanjut ke Atambua, Kefamenanu, Soe dan Kupang kemudian bisa menyeberang ke Larantuka (Flores Timur) serta menuju di ujung barat, Labuan Bajo.

Esthy menyebut Indonesia memiliki sejumlah kegiatan wisata sport internasional antara lain Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Bintan Triathlon, serta Jakarta Marathon yang seluruhnya meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia yang tahun ini menargetkan 10 juta wisman.

“Pengalaman kita dalam menggarap sport tourism  tersebut  menjadi salah satu pertimbangan mengapa Indonesia dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan event sport tourism internasional balap motor  Road to MotoGP 2017 yang akan berlangsung di sirkuit Sentul Bogor pada 2017 dan Asian Games  pada 2018 mendatang,” katanya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan potensi pariwisata NTT ke depan akan dikembangkan lebih baik sehingga ke depan NTT akan menjadi etalase mini market kepariwisataan Indonesia.

“Karena  posisi NTT yang  strategis berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste serta berada pada jalur pelayaran  internasional menjadi pertimbangan bagi kita dalam menetapkan branding   kepariwisataan daerah  yakni NTT, New Tourism Territory,”  kata Frans.

Kata dia TdT 2015 dimaksukan selain untuk  mempromosikan  potensi  wisata  yang  ada  di  daratan Timor mempekuat basis kerjasama segitiga emas antara Kupang-Dili-Darwin, sekaligus merayakan HUT Provinsi NTT yang ke-57 yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2015.