Pelaku Pariwisata Didorong Bidik Wisman Tionghoa

Senin, 02 November 2015 : 06.59

MEDAN (inibali.com): Pelaku pariwisata harus membidik peluang mendapatkan wisatawan Republik Rakyat Tionghoa (RRT) yang setiap tahun tercatat 100 juta orang melancong ke seluruh dunia.

“Selama ini kita hanya mendapatkan sekitar 1 juta wisatawan  RRT per tahun,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, seperti diberitakan Antara, Minggu (1/11/2015).

Dia menyebut Tiongkok merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam menyumbang wisatawan bagi Indonesia.

Oleh karenanya Kementerian Pariwista mendukung pertemuan The 23rd International Shun Clan --suatu marga yang di dalamnyaterdapat 10 marga-- di Kota Medan, Sumut.

Konvensi Internasional Perkumpulan 10 Marga Tionghoa ini dihadiri sekitar 2.000 orang dari seluruh dunia.

"Jadi memang potensi wisatawan RRT masih sangat besar untuk digarap Indonesia.Kehadiran keturunan Tionghoa (Shun Clan) di seluruh dunia di Medan diharapkan menjadi sebagai 'pintu' awal untuk meningkatnya terus wisatawan RRT dan termasuk dari negara lainnya," katanya.

Tahun 2015, kata dia, target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia mencapai 10 juta dan tahun 2016 dinaikkan menjadi 12 juta orang.

"Wisatawan asal RRT adalah salah satu nwgara yang diharapkan bisa menyumbang target wisman Indonesia yang diharapkan naik terus sehingga bisa menjadi sumber devisa ," katanya.

Apalagi, katanya, Presiden RI Joko Widodo terus mengeluarkan kebijakan yang mendorong peningkatan wisman dan termasuk investasi.

Bebas Visa Kunjungan Singkat atau BVKS bagi 90 negara termasuk RRT di dalamnya adalah salah satu kebijakan Presiden yang diharapkan memicu kedatangan wisatawan di Indonesia.(Antara)