Garap Pertanian, BNI Agresif Distribusikan Kartu Tani

Sabtu, 13 Januari 2018 : 16.58

BNI serahkan kartu tani di Gianyar, Jumat (12/1/2017l
GIANYAR (inibali.com) - PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menunjukkan komitmennya untuk mendukung berbagai program pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan nasional yang juga merupakan salah satu fokus pemerintah dalam Program Nawacita. 

Bertempat di Balai Banjar Manukaya Anyar, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar (12/01), BNI memaparkan berbagai programnya di sektor pertanian seperti Kartu Tani, KUR Tani (Kredit Usaha Rakyat sektor pertanian) serta Agen46 dihadapan ratusan peserta yang berasal dari instansi pemerintah terkait, BUMN terkait serta kelompok/asosiasi pertanian lainnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gianyar diwakili oleh Plt Sekda Gianyar Made Gde Wisnu Wijaya ikut hadir serta memberikan Kartu Tani BNI secara simbolis kepada 5 orang petani perwakilan dari petani Subak Pulagan, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Untuk memberikan pemahaman yang lebih praktis, BNI juga menggelar uji coba transaksi pembelian pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani.

Pemimpin BNI Jaringan dan Layanan Hasan Ashari menjelaskan bahwa BNI telah memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang bergerak di bidang pangan yang termasuk dalam sektor pertanian, perkebunan maupun peternakan. BNI sendiri cukup agresif dalam mendistribusikan Kartu Tani di Bali. Hingga pertengahan bulan Januari 2018, jumlah Kartu Tani yang sudah tercetak sebanyak 933 kartu. 

Untuk memperluas penyaluran Kartu Tani di tahun 2018, sejak awal tahun BNI telah mempersiapkan infrastruktur untuk pendistribusian Kartu Tani di beberapa daerah lainnya termasuk Bali & Nusra. Sebelumnya pada bulan November dan Desember yang lalu, BNI juga telah menggelar uji coba penggunaan Kartu Tani untuk pembelian pupuk bersubsidi di Subak Toya Hee Kabupaten Klungkung dan Subak Umadesa di Kota Denpasar. 

BNI menjadikan Kartu Tani sebagai sarana pemberian layanan perbankan yang lebih lengkap bagi para petani, termasuk salah satunya untuk mendapatkan pembiayaan KUR Tani. BNI Kartu Tani merupakan kartu debit yang juga digunakan untuk penyaluran bansos & subsidi serta berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet/e-wallet (Combo) untuk belanja. 

Manfaat Kartu Tani lainnya adalah sebagai database petani yang akurat, dimana digunakan sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi pada agen pupuk. Dengan Kartu Tani maka distribusi pupuk bersubsidi dapat lebih terkontrol karena akan tercatat secara real time-on line dan dapat dipantau melalui sarana Dashboard yang telah disediakan.

Hasan mengungkapkan bahwa Potensi pembiayaan di sektor pangan masih sangatlah besar karena merupakan sektor riil yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Penyaluran pembiayaan BNI khususnya di sektor kredit kecil melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali mencapai Rp 310 Milyar di tahun 2017. 

BNI dengan pertumbuhan yang agresif akan secara aktif menyalurkan kredit ke sektor pertanian baik secara perorangan maupun melalui pola cluster, baik itu cluster petani yang berada dalam satu kawasan maupun cluster karena kesamaan jenis komoditinya. “KUR Tani akan sangat membantu para petani diantaranya untuk menutupi biaya pengolahan lahan, pembelian pupuk ataupun obat-obatan untuk meningkatkan produktivitas hasil tanam mereka,” ungkapnya

Lebih lanjut dijelaskan bahwa BNI juga mensinergikan Program Kartu Tani dan KUR Tani dengan Program Laku Pandai melalui keberadaan Agen46, sehingga masyarakat di pedesaan dapat lebih mudah dalam mengakses kebutuhan transaksi perbankan dan kebutuhan lainnya seperti setor tunai, transfer, pembayaran listrik/token PLN, pulsa, dll. BNI akan bekerjasama dengan Rumah Pangan Kita (Bulog) serta Agen/Kios Penyalur Pupuk (PT Pupuk Indonesia/Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, dll) untuk melengkapi layannnya sebagai Agen46 BNI.

Berbagai program dan dukungan yang diberikan oleh BNI tersebut diharapkan dapat mewujudkan terbentuknya sentra-sentra pangan baru sehingga dapat menciptakan kestabilan harga pangan. “Jika ketahanan pangan tercapai maka harga akan menjadi stabil dan secara otomatis akan menurunkan inflasi,” lanjutnya. 

Secara khusus BNI sebagai agent of development mendukung penuh program-program Pemerintah yang memberikan perhatian sangat besar kepada sektor pertanian. “Apabila Kartu tani dapat tersalurkan, maka dengan sendirinya subsidi pupuk akan terdistribusi secara tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga,” tutupnya.  (*)

Saat ini 0 komentar :