GWK Rampung Juli 2018, Jelang IMF World Bank

Jumat, 06 Oktober 2017 : 13.52
MANGUPURA (inibali.com) - Pembangunam patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) terus dikebut. Bahkan, bulan Juni tahun 2018 patung setinggi 120 meter dari atas tanah atau 145 meter dari permukaan laut diharapkan sudah rampung.

Target perampungan ini menjelang digelarnya pertemuan IMF World Bank.

"Jika bagian kepala rampung paling telat Nopember ini, maka step selanjutnya pemasangan sayap dan badan. Kita harap Juli tahun 2018 nanti Patung GWK sudah bisa dinikmati oleh pengunjung," kata Direktur PT Garuda Adhimatra Indonesia (Gain) Seno Andhikawanto, selaku pengelola dari GWK Cultural Park.

Sejauh ini, pihaknya mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam step pemasangan modul, sebab tim teknis maupun pihak Nyoman Nuarta selaku penggagas dan kontraktor terus membahas metode kerja baik kecepatan maupun peralatan yang disiapkan.

"Kami optimis tahun depan Patung GWK yang akan menjadi ikon baru bagi Bali dan Indonesia bisa terwujud," ujarnya.

Diakuinya penyelesaian pembangunan patung GWK memang berkaitan dengan perhelatan IMF World Bank, yang akan digelar di Nusa Dua Oktober tahun 2018. Jika patung tersebut selesai dibangun, pihaknya meyakini akan ada peningkatan kunjungan wisatawan menjadi 3 kali lipat dibanding saat ini.

Kunjungan perhari ke GWK berkisar 2.000-3.000 orang. "Kami yakin kunjungan akan meningkat menjadi 5.000 sampai 6.000 kunjungan perhari, jika patung selesai digarap," pungkasnya.

Jumlah kunjungan ini tentu sangat realistis mengingat target kunjungan wisatawan ke Bali yang juga meningkat. Pemerintah menargetkan jumlah wisatawan ke Bali pada tahun 2017 mencapai 6 juta sedangkat Tahun 2019 mencapai 8 juta orang wisatawan.

Mengingat semakin banyaknya wisatawan akan datang ke Bali, pihaknya berharap agar akses menuju objek wisata GWK dan lainnya di Badung Selatan bisa terus diperbaiki. Karena selama ini, kawasan tersebut masih menjadi primadona untuk dikunjungi wisatawan.

Ia berharap Underpas dan Jalan Lingkar Kutsel bisa terbangun demi kelancaran arus lalulintas di Badung Selatan. "Jika jalan lingkar di Kuta Selatan terealisasi, secara otomatis arus lalulintas dapat dipecah. Supaya kemacetan tidak berpindah ke destinasi lainnnya,"harapnya. (*)