"Female" Salaman SBY-Megawati dalam Karya Seni Siswi SMK 3 Sukawati

Selasa, 20 Desember 2016 : 09.33

Seorang siswi SMK 3 Sukawati melukis Megawati sedang bersalaman dengan SBY, simbol keharmonisan politik di Indonesia, Selasa (20/12/2016)

NUSA DUA (inibali.com) - Karya lukisan seorang siswi SMK 3 Sukawati Gianyar bernama Anak Agung Isteri Ratih Aptiwidyari berhasil menginspirasi situasi politik Indonesia saat ini. Karya lukisan ikut dipamerkan dalam even pameran lukisan oleh The Santhi Foundation di Villa Santhi, Desa Sawangan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali. 

General Manajer Villa Santhi Adi Ardana selaku penyelenggara pameran menjelaskan, pameran ini mengangkat tema "Female". Ada 11 karya seni para siswi dari SMK 3 Sukawati Gianyar yang karya ikut dipamerkan oleh The Santhi Foundation. "Pelukisnya memang semuanya perempuan yaitu siswi SMK 3 Sukawati. Temanya Female Artist yang menggambarkan tentang sosok wanita remaja yang mampu berkiprah, memberikan inspirasi bagi dunia lingkungannya," ujarnya di sela-sela pameran di Vila Santhi, Desa Sawangan, Selasa (20/12/2016). 

The Santhi Foundation memang memberikan perhatian pada sektor pendidikan termasuk seni lukis dan sudah berkarya selama 4 tahun di SMK 3 Sukawati Gianyar. Menurutnya, ada 11 karya yang terpilih oleh The Santhi Foundation setelah melalui seleksi oleh tim juri yang terdiri dari 3 orang yakni Popo Danes, Ketut Mara, Ida Bagus Indera. Dari 11 karya itu terpilih 3 karya lukisan yang dianggap paling menginspirasi dunia dan lingkungannya. 

Karya yang menjadi terbaik nomor satu adalah lukisan pahlawan nasional RA Kartini asal Jepara Jawa Tengah. Lukisan milik Putu Intan Sari Dewi dinilai memiliki kelebihan secara artistik mendekati kesamaan dengan RA Katini yang sebenarnya. Peringkat kedua adalah lukisan salaman atau jabatan tangan antara Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Keenam SBY. 


Sementara juara terbaik nomor 3 adalah karya Ni Wayan Penawati yang berjudul "kekuatan wanita Bali". Karya ini memperlihatkan otot seorang wanita Bali yang kokoh, kuat sebagai simbol ketegaran seorang wanita dalam menjalani kehidupan ini.


Diantara beberapa karya seni ini, perhatian pengunjung tertuju kepada karya terbaik nomor dua yakni Megawati Soekarnoputri yang sedang berjabatan tangan dengan SBY. Karya seni ini dianggap relevan dengan situasi politik Indonesia saat ini. Faktanya, antara Megawati dan SBY dinilai terjadi ketidacocokan. Sudah menjadi rahasia umum di Indonesia bahwa dua mantan presiden ini kurang harmonis. Namun di mata seniman remaja putri bernama Anak Agung Isteri Ratih Aptiwidyari, dua tokoh bangsa ini digambarkan sedang berjabatan tangan sebagai simbol keharmonisan di antara keduanya. 



Menariknya, dalam lukisan tersebut tampak Megawati tampak lebih jelas dilihat ketimbang SBY yang dilukiskan sedikit membelakangi. Artinya, Aptiwidyari menonjolkan jika wanita bisa mendahului atau berinisiatif secara terbuka dan lugas berperan dalam menciptakan keharmonisan dunia dan lingkungannya. "Kita bisa membayangkan jika di mata seorang siswi Aptiwidyari, antara Megawati dan SBY sudah tidak ada konflik lagi, tidak ada perbedaan lagi. Lukisan ini sangat kontekstual," ujar seorang pengunjung pameran.


Menurut Adi Ardana, sekalipun dipamerkan di Villa Santhi Sawangan Bali, namun lukisan ini dipastikan tidak akan dijual apalagi dilelang. Lukisan itu akan dikoleksi dan disimpan oleh The Santhi Foundation sebagai karya seni para siswa. "Kita tidak akan menjual lukisan ini. Lukisan ini disimpan sebagai koleksi The Santhi Foundation untuk mendukung seniman remaja, menginspirasi para wanita agar lebih berarti dalam hidup ini," ujarnya. (Ar)

Saat ini 0 komentar :