Wow…Satu Perusahaan Money Game Sedot Puluhan Triliun Setahun

Senin, 14 Desember 2015 : 12.55

Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Ir. Djoko H. Komara, Senin (14/12/2015) di Ramada Bintang Bali.

MANGUPURA (inibali) - Keberadaan praktek money game (MG) di Indonesia cukup mencengangkan. Bagaimana tidak, satu perusahaan MG bisa menyedot uang masyarakat hingga puluhan triliun rupiah dalam waktu singkat. Bahkan kalau omzet 100 MG digabung bisa setara dengan APBN RI setahun sebesar Rp 2.000 T.

Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Ir. Djoko H. Komara mengatakan tingginya ancaman praktek MG dalam kondisi penurunan ekonomi Indonesia. “Jumlah korban MG terus bertambah karena MG memberikan angin surga saat penurunan ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam Diskusi Perdagangan dalam Rangka Peningkatan Pembinaan Kegiatan Usaha Penjualan Langsung di Indonesia, di Ramada Bintang Bali, Senin (14/12/2015).

Kata dia jumlah kerugian masyarakat akibat MG ini terus bertambah. Terbukti dari sejumlah kasus yang belakangan mencuat seperti kasus MG di Jayapura. Triliunan rupiah dengan mudah masuk pada perusahaan MG ini. Bahkan banyak praktek MG mampu menyerap omzet hingga puluhan triliun dalam setahun.

Dikatakan, sejak Tahun 2011 lalu terungkap data perusahaan MG yang mampu meraup omzet sekitar Rp 16,8 triliun. Tahun 2013 ada perusahaan yang mampu memgumpulkan  dana Rp 18,5 triliun. Bahkan dalam Tahun 2014 lalu ada perusahaan yang mampu menarik dana masyarakat hingga Rp 20 triliun dalam 1,5 tahun. “Kalau omzet 100 MG dikumpulkan bisa setara dengan APBN Indonesia,” sebutnya.

Djoko Komara menegaskan, masyarakat harus mewaspadai dengan keberadaan MG yang berkedok dengan multi level marketing (MLM). Ia menegaskan salah satu ciri MLM resmi adalah punya surat izin usaha penjualan langsung (SIUPL) dan tidak ada sistem bonus dari rekrutment yang dilakukan. “Yang pasti MLM resmi memiliki produk yang diperdagangkan. Sementara MG tidak memiliki produk dan menggunakan tokoh masyarakat, pejabat untuk menyakinkan masyarakat. Tahun 2011-2012 lalu ada perusahaan inisial “T” menggunakan instansi Kementerian Pariwisata,” jelasnya.

Hingga saat ini tercatat ada sekitar 200 perusahaan MLM resmi yang sudah mengantongi SIUPL dan yang sudah menjadi anggota Apki sebanyak 86 perusahaan. “Kalau melakukan pengecekan legalitas perusahaan MLM  silakan tanya ke  info@bkpm.go.id atau contac.us@kemendag.go.id serta apli@cbn.net.id .

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina menyatakan keberadaan MG di Indonesia memang cukup meresahkan. Keuntungan yang dijanjikan oleh perusahaan ilegal ini membuat banyak orang tergiur. Bayangkan saja triliunan rupiah dalam waktu singkat bisa terkumpul satu perusahaan MG “Bukan hanya rakyat biasa, banyak pejabat pun kena MG,” katanya.

Ia pun menyampaikan, industri MLM di Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang cukup berat. Mulai dari penurunan kondisi ekonomi hingga keberadaan MG yang sulit dihilangkan. “Industri MLM di Indonesia harus lebih inovatif dalam meningkatkan industri MLM kedepan,” himbaunya. (wid)


2 komentar:

  1. Money Game merupakan perusahaan yang menyengsarakan masyarakat luas

    BalasHapus
  2. Tuh dibaca yang jelas, ya. disaat kondisi ekonimi sedikit menurun banyak perusahaan MG bermunculan dan gentanyan, mengimingi bonus besar tanpa harus kerja keras, dan sifat serakah yang ingin cepet sukses di kasih angin surga langsung terlelap. Baaru kalau udah habis duitnya mikir.

    BalasHapus